Connect with us

Daerah

Pasien Covid 19 Terus Bertambah, SMP 4 Tahuna Jadi Rumah Singgah

Published

on

TELEGRAFNEWS – Pasien terpapar Covid 19 di Kabupaten Kepulauan Sangihe, terus bertambah. Bahkan pada hari ini Senin(18/01)2021, Siaran Pers Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, menyampaikan kondisi terkait ketambahan 2 orang sehingga total keseluruhan mencapai 169 orang.

Terkait kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe telah mengambil kebijakan antara lain, dengan menambah lokasi perawatan seperti gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) 4 Tahuna, yang ada di Kelurahan Tona 2, Kecamatan Tahuna Timur, menjadi rumah singgah atau tempat isolasi mandiri bagi pasien reaktif dan pasien terkonfirmasi positif Covid 19 tanpa gejala.

“Untuk rumah singgah SMP 4 tersebut, diperuntukkan buat yang reaktif atau positif tanpa gejala. Dengan kapasitas kamar pasien laki-laki ada 8 unit dan kamar pasien perempuan ada 9 unit.” Kata Jopy Thungary, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Kepulauan Sangihe. Senin,(18/01) 2021.

Terkait cara penanganan dan perawatan pasien di Rumah Singgah tersebut, Thungary menjelaskan bahwa sedianya disana, dijaga oleh petugas kesehatan.

“Para pasien disana, dijaga dan dirawat oleh petugas kesehatan, dimana ada pemeriksaan kesehatan, pemberian makanan dan vitamin.” UngkapNya.

Kondisi inipun dituturkan juga oleh salah seorang tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di Rumah Singgah SMP 4 Tahuna tersebut. Diapun mengatakan terkait kondisi sesungguhnya ditempat ia bertugas.

“Disini sudah ada beberapa kamar yang bersih, dan dilengkapi dengan tempat air minum, mesin cuci dan kasur. Juga ada pemberian makanan teratur yakni 3 kali sehari, serta vitamin. Bahkan untuk aktivitas harian, seusai mengantarkan sarapan dan vitamin pada jam 7 pagi, kami mengajak para pasien untuk senam sekaligus berjemur di halaman mulai jam 08.00 wita hingga jam 8.30 Wita. Menjelang sore hari, kami juga menyiapkan kegiatan olahraga ringan.” Tutur Wawu, salah satu Nakes yang tetap setia menjalankan tugasnya.

Diketahui, Rumah Singgah SMP 4 Tahuna ini, dijaga ketat oleh petugas keamanan dan tenaga kesehatan. Dimana pasien dilarang keluar dari lokasi karantina, selama belum dinyatakan sembuh dari Covid 19. Begitu pun sebaliknya, masyarakat umum dilarang masuk.

#Dendy_Abram

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending