Kapolres Minut Pastikan Usut Pelaku Pemukulan Terhadap Oknum Wartawan

  • Whatsapp

Kapolres Minut AKBP. Grace Rahakbau. (foto Ist)

TELEGRAFNEWS-Tindakan kekerasan terhadap pekerja pers kembali terjadi di Kabupaten Minahasa Utara. Kali ini menimpa wartawan media online northsulawesi.com Fecky Mamahit.

Terkait hal itu, Kapolres Minut AKBP. Grace Rahakbau menegaskan, pihaknya akan mengusut tuntas kasus tersebut.

“Saya pastikan kasus ini akan diusut tuntas,” tegas Kapolres kepada wartawan saat dihubungi via telpon seluler, Kamis (29/10/20).

Disebutkan Kapolres, Pers merupakan mitra kerja dari kepolisian. Untuk itu, pihaknya tidak akan tinggal diam kasus kekerasan yang menimpa para pekerja pers.

“Saat ini kami tinggal menunggu hasil visum dari RS. Walanda Maramis. Karena setelah ada laporan, Kasat Reskrim mendampingi Korban untuk dilakukan visum. Setelah itu, kami akan melakukan pemanggilan saksi untuk kemudian ditindaklanjuti dengan pemanggilan oknum yang melakukan pemukulan terhadap korban yang merupakan wartawan pos liputan di Kabupaten Minahasa Utara,” sebut Kapolres.

Tindak kekerasan yang dialami oleh sesama pekerja Pers ini, membuat wartawan poslip Minut mengecam tindakan tersebut. Ketua Forum Jurnalis Biro (Forjubir) Minut Julkifly Polotu menyebutkan, bahwa tindakan itu merupakan upaya penghalangani kerja jurnalistik sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memahami kerja jurnalistik yang sejatinya merupakan perwujudan dari pemenuhan hak masyarakat untuk memperoleh informasi,” ucapnya.

Perlu diketahui, terduga pelaku inisial JS alias Jemmy pria asal Desa Matungkas Kecamatan Dimembe, belakangan diketahui pemimpin salah satu organisasi masyarakat (Ormas).

Berdasarkan keterangan korban Fecky, Ia bersama empat rekan wartawan lainnya usai melakukan tugas peliputan di Kelurahan Sarongsong, Rabu (28/10/2020) siang, lalu mendatangi salah satu cafe di jalan Soekarno untuk membuat berita. Lebih lanjut Fecky menjelasakan, kejadian  terjadi sekira pukul 17.00 Wita saat dirinya usai melakukan interaksi dengan terduga pelaku untuk bertegur sapa.

“Selamat sore panglima,” sapa Fecky kepada pelaku.

Selang empat menit kemudian, korban Fecky menghampiri meja pelaku, untuk berbicara menawarkan program kerja bakti sosial dalam rangka Hari Sumpah Pemuda.

“Waktu itu saya katakan, izin panglima, berhubung ini Hari Sumpah Pemuda kalau boleh ada dari tim melakukan aksi bakti sosial dalam rangka hari sumpah pemuda,” kata Fecky.

Pelaku JS kemudian merespon dengan sinis, usulan yang disampaikan korban.

“Silakan ngana buat kong pigi duduk jo (Silahkan kamu buat lalu duduk saja, red),” tambah Fecky menirukan perkataan pelaku.

Tak berselang lama, Fecky kembali duduk untuk membangun narasi pemberitaan hasil liputan siang itu. Namun, pelaku menghampiri meja korban dan tanpa bicara langsung memukul dengan keras ke arah dahi korban.

Setelah pelaku melakukan pemukulan, pelaku langsung menuju mobil dan pergi meninggalkan tempat kejadian.

Sementara korban mengalami memar dibagian dahi sebelah kiri, serta pusing.

Kejadian ini lantas dilaporkan ke Polres Minut dengan nomor Laporan STTLP/628/X/2020/RES MINUT yang diterima Aipda Yano A Kahar. (***)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.