Dari Persoalan Dandes Hingga Penyaluran UMKM Jadi Fokus Komisi DPRD Mitra

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS-Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I Bidang Pemerintahan dan Komisi II Bidang Keuangan dan Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Senin, (19/10/2020) bertujuan untuk mengetahui sejumlah persoalan serta program pemkab Mitra untuk rakyat daerah ini.

Seperti Komisi I yang dipimpin Ketua Artly Kountur yang mempertanyakan soal manajemen Dana Desa serta ranperda penyelenggaraan pemerintah desa,Badan Usaha Milik Desa.

Masalah ini didengar langsung dari dinas terkait yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) yang dihadiri langsung Plt Kadis PMD Arnold Mokosolang bersama jajarannya.

Sementara persoalan lain yang terjadi pada Desa Tatengesan soal Dana 1 Milyar dari Kementerian Desa yang diperuntukkan untuk penunjang pariwisata hutan Manggrove juga dipertanyakan dalam RDP ini.

“LPJnya langsung keKemendes bukan ke Inspektorat Mitra atau ke PMD Mitra tapi kegiatannya swakelola,” ujar Kountur menurut penjelasan Mokosolang yang disampaikan didepan anggota komisi I.

Sementara itu diruang terpisah, Komisi II juga memanggil Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Mitra guna mendengarkan soal Konsultasi wilayah pertambangan rakyat yang dahulunya pernah ada kemudian menghilang dan akan diselidiki di Dinas pertambangan Provensi sulut.

Katua Komisi Semuel Montolalu juga mempertanyakan soal pemetaan pertambangan supaya masyarakat yang akan menambang sudah ada wilayahnya.

Persoalan lain juga soal penyaluran Dana UMKM dengan menghadirkan Dinas Koperasi dan UKM Mitra yang dipimpin Kepala Dinasnya Gothlieb Mamahit.

Menurut Dinas Koperasi dan UKM Mitra, bahwa dana tersebut sudah disalurkan kepada kurang lebih 3 ribu dari 13 ribu yang dikirimkan datanya kepusat.

“Data ini sudah diverifikasi oleh BPKP bahwa tidak semua datanya falid karena berbagai masalah seperti persoalan NIK penerima yang ada salahnya,” ujar Montolalu seperti yang dijelaskan Kadis Koperasi dan UKM.

Bahkan ada nama sama namun NIK berbeda hal ini disebabkan oleh pengusulan nama penerima ini dari berbagai lembaga keuangan seperti BNI dan BRI juga dari Pegadaian bahkan secara online pribadi mengirimkan datanya bukan hanya dari dinas Koperasi saja.(Devon Pondaag)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.