Aktivis NU: MUI Minut Jangan Giring Ummat Karena Kepentingan Perut dan Kantong Pribadi

  • Whatsapp

Foto Muhamad Ali Bakari

TELEGRAFNEWS-Akitivis Muslim Minahasa Utara (Minut) yang juga Pengurus LESBUMI NU Sulut Muhamad Ali Bakari, kritisi tidakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Minut. Pasalnya, lembaga independent pengayom ummat ini secara terang-terang memberi dukungan terhadap salah satu paslon di Pilkada Minut.

Dukuang MUI itu dalam bentuk deklarasi, dengan menjagokan Paslon Joune Ganda dan Kevin William Lotulung (JG-KWL). Hal ini dinilai aktivis muslim, bahwa sikap MUI itu tak menunjukan sebagai lembaga pengayom ummat.

“Seharusnya MUI Minut sebagai pengayom, harus mengayomi semuanya. Kenapa hanya salah satu Paslon yang di dorong dengan narasi Mendukung Paslon tertentu?,” kritik kader NU ini, Selasa (13/09/2020).

Sambung pengurus NU Sulut ini. Bahwa MUI sebagai representasi seluruh umat muslim di Minut semestinya lebih terbuka. Dia meminta MUI harus jadi poros tengah dengan mengajak ke Tiga Paslon untuk duduk bersama dan meminta ke semua Paslon agar mengfsilirasi kebutuhan dan kepentingan umat di Minut ini.

“Kalau hanya satu Paslon saja, itu sama dengan MUI telah bermain untuk kepentingan pribadi saja. Berapa harga sih MUI Minut ini?
Semurah itukah MUI Minut sebagai lembaga suci ini?,” cetus mantan aktivis PMII Manado ini.

Jika putusan dukungan ke salah satu Paslon itu berdasarkan Itjima. Dirinya mempertanyakan dasar apa MUI Minut mengeluarkan Ijtima?Ada hal kursial apa sampai MUI Minut harus mengeluarkan/ mengadakan Ijtima’?

“Pernah kah semua stack kholder umat muslim di undang untuk basul masi’il? tanya dia.

Bakari pun menegaskan, umat Islam di negara ini adalah WNI yang punya hak Pilih namun jangan dieksploitasi secara Politik.

“Kalau mau hak suara mereka datangi rumah ke rumah, sampaikan program Paslon. Mau kah MUI Minut melakukan itu? Jangan umat digiring hanya untuk kepentingan perut dan kantong pribadi,” sentilnya.

“Kami khawatir MUI akan terjebak dengan keputusan yang keliru. Kasihan ini MUI Minut. Silahkan Ijtima’ itu di keluarin dan silahkam ketua saja yg memilih Paslon JG tapi kami umat muslim akan ikut kata hati kami sebagai warga negara yang merdeka, karena kedaulatan itu ada di tangan rakyat. Kasihan MUI Minut hanya jadi badut politik,” tukasnya.

Alumni PMII cabang Manado ini berharap, MUI jadilah lembaga pengayom umat menuju Rahmatan Lil Al-Amin.

“MUI kembalilah ke Cita – cita awal kenapa dan untuk apa MUI itu ada. Mari MUI Minut mengawal dan ikut mengsukseskan pilkada di Minut dengan cara mengsuport semua Paslon,” ajaknya. (bungsu)

 

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.