Diduga Masukan Ijazah Palsu Saat Mendaftar di KPU, SGR-NAP Berpotensi di TMS Kan

  • Whatsapp

Nampak LO SGR-NAP Stevie Da Costa saat memberikan keterangan pers usai pendaftaran di KPU.

TELEGRAFNEWS-Liaison officer (LO) Pasangan bakal calon Shintia Gelly Rumumpe dan Netty Agnes Pantow, Stevie Da Costa, mengelak saat ditanyai Ijazah SGR yang digunakan sebagai dokumen pendaftaran sebagai syarat calon yang diduga palsu.

Ia hanya menjawab jika laporan ijazah palsu SGR tersebut sudah ditangani pihak Polda Sulut dan sudah di SP3 kan.

“Dan untuk menjawab itu silahkan tanyakan ke penyidik Reskrim Polda Sulut, karena setau saya, kami sebagai terlapor mendapat kabar, bahwa laporan tersebut, sudah dihentikan,” ujar Stevi, dalam konfrensi pers.

Sementara itu, Ketua Divisi Teknis dan Penyelenggara KPU Minut Hi. Darul Halim saat ditanyai apakah dokomen syarat bakal calon milik SGR itu juga memasukan ijazah legalisir dari pihak sekolah? Ia menuturkan semuan dokumen syarat calon yang diminta ada.

“Ia semua dokumen yang diminta Paslon SGR-NAP terpenuhi dan kita sebagai penyelenggara wajib menerima dokumen pasangan calon yang memenuhi syarat pendaftaran,” bebernya.

Meski begitu, Ia menambahkan, jika nantinya ada informasi bahwa dokumen yang dimasukan pasangan calon termasuk ijazah itu palsu, kan tetap akan dilakukan verifikasi faktual, untuk pembuktian.

“Dalam regulasi tak mewajibkan kami harus verifikasi faktual. Namun, jika ada tanggapan masyarakat terkait hal itu, kami akan lakukan Fervak disekolah yang bersangkutan. Untuk itu, Saya mengajak masyarakat untuk memasukan tanggapan terhadap ketiga Paslon yang sudah mendaftar di KPU ini. Nanti kita lihat dalam tanggapan itu, ditemukan adanya kejanggalan, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai aturan. Asalakan pelapor harus memasukan identitas diri saat memberikan tanggapan, agar bisa ditindak lanjuti. Jangan membuat tanggapan namun tidak disertakan dengan identitas, kalau seperti ini, itu namanya surat kaleng dan kami tidak akan proses tanggapan tanpa indentitas,” terangnya.

Untuk dokemen SGR sendiri, sambung dia, dari hasil penelitian yang bersangkutan memasukan ijazah legalisir.

“Dari hasil penelitian yang bersangkutan memasukan ijzah legalisir. Ijazah legalisir dari pihak sekolah, iya dari sekolah yang bersangkutan,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua LSM Minut Connection, Noldy Johan Awuy. saat dimintai tanggapan terkait hal itu, Ia membenarkan jika ijazah yang digunakan SGR itu adalah palsu. Sebab, kata Ia, dari hasil investigasi ditemukan kejanggalan terkait keabsahan ijazah yang dikantongi SGR. Karena pihak sekolah yakni SMA Pelita Tiga, ditegaskannya, secara jelas menolak untuk melegalisir ijazah yang dikantongi pimpinan DPRD Minut ini.

“Kita sudah bicara sama Kepala Sekolah SMA Pelita Tiga, pak Ahmad Aru Patria. Dimana, beliau dengan tegas menolak untuk melegalisir ijazah SGR yang akan digunakan untuk mendaftarkan diri sebagai calon bupati Minahasa Utara,” ujarnya.

Menurut Awuy, pihak sekolah menolak legalisir ijazah SGR. karena, pihak sekolah meragukan keaslian ijazah yang dipengang SGR. Sebab, tambah dia, nama SGR tak terdata dalam sekolah tersebut.

“Karena memang SGR tak pernah mengemban pendidikan di SMA Pelita,” kuncinya.

Jika dugaan ijazah palsu milik SGR itu dapat dibuktikan oleh pihak KPU saat Verfak, maka Paslon SGR-NAP dianggap Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dalam pencalonan. (bungsu)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.