PILBUP MINUT: SGR Gigit Jari, JG Kans Kuat Diusung DPP PBB

  • Whatsapp

Nampak SK pembatalan dukungan DPP PBB ke SGR-PDM.

TELEGRAFNEWS-Astaga Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB) menarik dukungan dan membatalkan SK dukungan kepada Shintia Rumumpe dan Petrus D. Macarau (SGR-PDM) seabagi calon bupati dan wakil bupati yang dihelat pada 9 Desember mendatang.

Ketua DPP Bidang Politik dan Hukum yang juga anggota Tim Lima Penjaringan Pilkada DPP PBB Firmansyah. Saat dikonfirmasi wartawan Telegrafnews.co, terkait pembatalan SK dukungan ke SGR-PDM? Ia membenarkan hal tersebut.

“Kami mencabut dukungan ke Shintia Gelly Rumumpe-Petrus Defny Macarau untuk Pilkada Minut sejak tanggal 7 Agustus 2020. Dan Konpres tadi, bukan hanya Minut. Tapi berkaitan dengan Pilkada di seluruh Indonesia, dan Minut salah satunya,” kata Firmansyah, Senin (10/08/2020).

Lanjut dikataknnya, Surat Keputusan mencabut dukungan itu sudah diterbitkan oleh DPP PBB yang ditandatangani oleh Ketum.

“Ketum kami dan Sekjen sudah mendatangani itu dari tanggal 7 Agustus 2020. Jadi baru tadi kami konpres itu sekalian kami menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan Pilkada, salah satunya adalah mencabut dukungan mendukung SGR-PDM,” sebutnya.

Sambungnya, Jadi dalam mencabut itu tentulah banyak pertimbangan yang dilakukan oleh DPP PBB. Jadi secara global, itu kan ada beberapa hal yang bisa membuat partai mencabut dukungan.

“Diantaranya calon tidak dapat memenuhi kursi ketika maju dan calon yang berganti pasangan, calon meninggal dunia atau calon yang berpotensi kalah dalam pilkada,” bebernya.

Selain itu menurutnya, pencabutan dukungan itu karena, hasil survei rendah, dukungan partai yang terbatas bagi calon lain.

“Jadi pertimbangan-pertimbangan inilah membuat kami tim Lima akhirnya mengadakan kajian. Dan salah satu yang kami bahas adalah Minut. Nah, hasilnya kami merasa, kami mengajukan ke DPP, menyampaikan ke pimpinan DPP untuk mencabut dukungan SGR di Minut dengan pertimbang-pertimbangan yang sudah saya sebut,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan, sebelum pembatalan SK hingga pencabutan SK pihaknya belum bertemu dengan calon yang bakal diusung NasDem itu.

“Terus terang, kami belum ketemu langsung dengan SGR ni. Dari awal kami komunikasih melalui ketua DPC kami di Minut, pak Azhar. Ya, mudah-mudahan pak Azhar bisa menindak lanjuti surat keputusan ini. Karena sebagai perpanjangan tangan didaerah sudah sewajarnya dan berkewajiban Pak Azhar untuk melaksanakan kewajiban DPP,” tukasnya.

“Kami hanya mencabut dukungan, tapi belum mengarahkan dukungan ke mana. Tapi yang jelas, apa yang kami rekomkan ke pimpinan Ketum dan Sekjen itu diakomodir dengan keluarnya surat keputusan mencabut surat dukungan SGR di Minut,” bebernya.

Saat ditanyai setalah pencabutan dukungan ke SGR-PDM apa langkah selanjutnya DPP PBB. karena durasi waktu untuk mendaftarkan Cakada di KPU tinggal menghitung hari, apakah PBB akan kembali mengusung calon dari kader sendiri untuk mendampingi SGR? atau calon lain yang diusung parpol seperti PDI-P?

“Jadi calon yang komunkasih langsung dengan DPP ini ada beberapa calon. Salah satunya Pak Joune Ganda yang diusung dari PDI-P, tetapi sebelumnya ada calon lain yang berkomunikasih secara langsung dengan saya, yaitu Ibu Lucia Tambani. Jadi kita bisa saja memberi dukungan itu ke Pak Joune Ganda atau ke Ibu Tambani. Itu yang menjadi pertimbangan kita nanti.” Kuncinya.

Diketahui Surat pembatalan tersebut diterbitkan pada tanggal 7 Agustus 2020 berdasarkan Surat Keputusan Nomor: SK.PP/078/Pilkada/2020 tentang Pembatalan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Utara periode 2020-2025. Yang ditandatangani langsung Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra dan Sekretaris Jenderal Afriansyah Noor. (bungsu)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.