Bukan SGR atau SS, Bupati Selanjutnya Itu Joune Ganda! Ini Alasannya…

  • Whatsapp

Foto. Sang petarung Joune Ganda

TELEGRAFNEWS-Publik Minahasa Utara (Minut), tengah disuguhkan perhelatan pesta demokrasi yang diagendakan pada 9 Desember 2020, mendatang. Ajang lima tahunan ini memunculkan sederet figur-figur potensial, mereka nanti bakal melanjutkan tongkat estafet pembangunan di Tanah Tonsea, kurun waktu 2021-2025.

Kurang lebih lima bulan ke depan, daerah yang dianugerahi Gunung Klabat, dipastikan memiliki pemimpin baru hasil pilihan rakyat. Siapa kira-kira, menjadi pemimpin Minut selanjutnya? eitsss, tunggu dulu!! penasaran ? berikut nukilan singkat sosok-sosok pemimpin Minut.

Merujuk realita kekinian, mulai dari banyaknya baliho-baliho, stiker, baik yang terpasang di ruas jalan maupun bertebaran di dunia maya jenis Facebook, Twiter maupun Instagram, muncul sosok-sosok potensial seperti Joune Ganda (JG), Shintya Gelly Rumumpe (SGR), Sompie Singal (SS), mereka digaungkan hingga dielus-elus menjadi bakan calon (Balon) bupati, walau resminya masih harus menunggu proses pendaftaran dan pengumuman di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

Tiga nama beken ini, sudah akrab di telinga, mata, bahkan mulut masyarakat Minahasa Utara. Sebab ketiganya, cukup intens melakukan sosialisasi baik secara langsung, maupun tak langsung ke basis-basis konstituen, tujuannya satu, meraih simpati pemilih untuk selanjutnya dipilih.

Shintya Gelly Rumumpe (SGR) akrab disapa Dede, srikandi berkulit putih ini bukan figur baru, boleh dibilang sebagai incumbent atau petahana, dalam Pilkada nanti (karena ibunya masih menjabat bupati Minut). Sosok SGR menghiasi kancah perpolitikan di Bumi Klabat sejak 2014, itu pertama kali dirinya maju mewakili Dapil Kalawat-Airmadidi dan terpilih sebagai anggota DPRD Minut, mewakli partai Gerindra, dan pada pemilu 2019 kembai terpilih, kali ini lewat Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Sejak 2014 hingga 2020 ini, putri tercinta Vonnie Anneke Panambunan (VAP) memang dipercayakan menjadi wakil ketua DPRD Minut. Menjadi orang nomor dua di gedung Tumatenden, SGR tak banyak membuat terobosan berarti untuk pembagunan Minut, sesuai fungsi dan tugas-tugas yang diembannya.

Dalam periode 2014-2019 misalnya, SGR boleh dibilang “mati suri alias lebih banyak diam”, jarang masuk kantor, serta kerap absen dalam sidang-sidang Paripurna maupun rapat komisi, namun soal pelaksanaan reses (masa menyerap aspirasi rakyat) jangan ditanya, SGR selalu hadir menggelar Reses, maklum karena Reses DPRD itu, ada anggarannya, hehehe.

Sosok SGR dikenal bukan karena prestasi gemilang yang ditorehnya, namun karena sang ibu (VAP) lah yang membuatnya diketahui publik luas. Artinya, secara taktis dan ide serta gagasan, SGR bisa dikata “lahir” atas dorongan ibunya.

Mengutip pernyataan politisi PBB Azhar yang ramai diberitakan lalu, sebagai bakal calon bupati, SGR itu memiliki tiga indikator yang bisa mendorongnya menang dalam Pilkada. Yakni, popularitas, elektabilitas dan isi tas.

Bila elektabiltas, populartias bahkan isi tas (meminjam istilah politisi sekaliber Azar) sebagai paramter kemenangan dalam Pilkada. Maka sosok Sompie Singal (SS) boleh dibilang juga memiliki tiga hal itu, bahkan soal popularitas dan elektabiltas, Sompie Singal lebih dikenal luas dibandingkan SGR maupun Joune Ganda, tapi toh ketokohan yang dimiliki Sompie Singal, bukan ukuran, Sompie gagal dan kalah pada Pilkada 2015, lalu.

Bagaimana dengan Joune Ganda ? sebagai pendatang baru di kancah perpolitikan Minahasa Utara, ketokohan atau popularitasnya, menyamai Sompie Singal (mantan bupati) maupun Shintya Gelly Rumumpe (anak bupati), bahkan soal isi tas, Joune Ganda memiliki isi tas yang terbilang cukup luar bisa, apa lagi dibarengi visi-misi serta gagasan gemilang, membangun Minut.

Keterlibatan Joune Ganda dalam bursa bakal calon bupati, usungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menjadi daya tarik dan ramai diperbincangkan masyarakat umum. Terbukti dalam satu tahun terakhir, kehadiran Joune Ganda sudah dikenal luas masyarakat Minahasa Utara, mulai dari anak-anak, tua-muda, perempuan-lelaki, nelayan, petani, pedagang kecil bahkan sopir angkutan, mengetahui nama Joune Ganda.

Publik Minut merindukan sosok seperti Joune Ganda memimpin Minut. Alasannya, Joune Ganda mapan secara ekonomi, mandiri dalam integritas, visioner dalam tugas, memiliki karakter kepemimpinan yang mumpuni, dan terpenting modal kemandiriannya menjadi seorang pengusaha sukses, adalah instrumen utama dalam melakukan managemen pembangunan dan kesejahteraan rakyat. (bungsu)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.