Pesona Wisata Bahari Sangihe Semakin Diminati

  • Whatsapp
Bupati Gaghana dan Rombongan seusai melakukan Snorkeling

TELEGRAFNEWS – Wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe memang menyajikan berbagai keindahan pada sektor pariwisata, baik wisata alam maupun bahari. Bahkan beberapa ODTW (Objek Daya Tarik Wisata) yang ada di Sangihe sudah cukup terkenal sampai ke mancanegara, sebut saja Underwater Volcano “Banua Wuhu” (Gunung Api Bawah Laut Mahangetang) dan Pantai Pasir Putih Pananualeng untuk wisata bahari serta Gunung Api Awu dan Puncak Lose untuk wisata alamnya.

Pesona Wisata Bahari di Pulau Mendaku dan Dakupang

Dalam sebulan terakhir setelah memasuki New Normal, sektor pariwisata terlihat kembali aktif meski hanya terbatas pada kunjungan wisatawan lokal saja. Salah satu lokasi yang cukup populer dikunjungi saat ini ialah Pulau Poa, yang berada di wilayah Kecamatan Nusa Tabukan.

Read More

Bupati Jabes Ezar Gaghana dalam kunjungan ke beberapa pulau

Bupati Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana dalam kunjungan kerjanya diwilayah tersebut, telah melakukan pemantauan secara langsung dengan bersnorkling diseputaran Pulau Poa.
“Untuk Pulau Poa, ada beberapa karang yang mulai rusak dibeberapa titik, meski pada umumnya bisa dibilang masih kaya secara visual. Jadi secepatnya akan turut diberlakukan konservasi,” ungkap Gaghana seusai snorkeling di Pulau Poa pada Minggu(19/07)2020.

Bupati Jabes Ezar Gaghana, Kadis Pariwisata Jeffry Tilaar dan Tim Snorkling di Pulau Poa

Tak hanya Pulau Poa-Nusa Tabukan, Namun Bupati Gaghana juga telah melakukan snorkling di Pulau Mendaku dan Pulau Dakupang, yang berada di wilayah Desa Bebalang, Kecamatan Manganitu Selatan. Lokasi wisata bahari yang juga pernah dikunjungi oleh Putri Indonesia 2005, Nadine Chandrawinata yang datang untuk Diving (menyelam).

“Hasilnya baik, di Desa Bebalang terumbu karangnya masih terjaga. Namun memang untuk ikan, ukurannya kecil, karena untuk ikan dengan ukuran sedang sering ditombak masyarakat, sehingga mungkin akan diberlakukan wilayah konservasi” ujar Gaghana sembari menyatakan jika pemantauan tersebut dimaksudkan untuk melihat lebih dekat keadaan bawah laut dilokasi-lokasi yang terkenal dengan keindahan terumbu karangnya.

Bupati Jabes Ezar Gaghana seusai melakukan Snorkling di Pulau Mendaku dan Dakupang

Bupati Gaghana juga menyampaikan kepada Kepala Desa didua wilayah tersebut, untuk dapat berinovasi dalam mengembangkan spot wisata yang ada diwilayahnya.

“masyarakat sama-sama kita ajak untuk dapat bekerja sama dalam menjaga keindahan alam yang mereka miliki, sehingga bisa menjadi pemasukan bagi mereka, bila makin ramai didatangi wisatawan. Dan hal itu bisa diserap menjadi pemasukan bagi Desa, tentu bukan masalah jika Pemerintah desa mengakomodir pengembangan wisata dengan dana desa. Kan lumayan kalau desa bisa mengadakan perlengkapan snorkling atau alat menyelam (untuk disewakan)” tandasnya.

Wisata Bahari Pulau Poa Semakin Ramai dikunjungi

Namun, meski kini beberapa lokasi wisata telah terbuka untuk wisatawan, Bupati Gaghana mengharapkan agar tetap ada aturan kesehatan ketat untuk menjaga penyebaran Virus Covid 19.

“Jadi, untuk wisatawan minimal ada surat keterangan sehat, dalam artian tidak beresiko membawa COVID-19 ke Sangihe, dan juga ada aturan-aturan kesehatan yang sudah ditetapkan terkait masyarakat yang hendak melakukan perjalanan, sehingga tidak perlu menjalani karantina,” tandasnya.

Pesona Wisata Bahari Di Kabupaten Kepulauan Sangihe

Sementara, Jeffry Tilaar selaku Kepala Dinas Parawisata Daerah Sangihe, mengaku siap mendukung penuh usaha-usaha pengembangan pariwisata yang ada.
“Meskipun even-even pariwisata di Sangihe dibatasi, atau bahkan mungkin ditiadakan, tapi kita akan terus mencari cara untuk mempromosikan lokasi-lokasi wisata tersebut, baik lewat media sosial, maupun grup-grup promosi wisata, bahkan bisa kita jual dipameran-pameran dan pertemuan terkait pariwisata daerah, dengan promosi secara visual,” ungkap Tilaar.

Selain itu, untuk menyokong usaha konservasi yang dikatakan Bupati, Tilaar menyatakan akan segera berkonsultasi dengan dinas-dinas terkait, baik dengan Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, LSM, bahkan dengan masyarakat setempat.
“Hal itu perlu untuk dikoordinasikan, karena sayang ketika tempat unik seperti itu, terus gaungnya hanya bertahan sementara. Dengan adanya konservasi, diharapkan bisa merangsang wisatawan agar bisa betah di lokasi-lokasi wisata ini, dengan ketenaran dalam waktu yang lama” kuncinya.(ADVERTORIAL)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.