Tak Indahkan Perintah UU, Bawaslu Bakal Plototi ASN Kumabal

  • Whatsapp

Foto: Komisioner Bawaslu Minut Rahman Ismail

TELEGRAFNEWS-Bawaslu Kabupaten Minahasa Utara (Minut), warning Aparat Sipil Negara (ASN) yang melibatkan diri dalam helatan politik 2020 ini. Untuk itu, pihaknya, jauh-jauh tengah menyiapkan strategi guna mengantisipasi keterlibatan ASN, pada perhelatan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Minut yang akan berlangsung 09 Desember 2020 mendatang.

Komisioner Bawaslu Minut Devisi Penindakan Rahman Ismail menegaskan, pihaknya tak main-main dalam menindak Aparat Sipil Negara (ASN) yang terlibat dalam politik praktis.

“Ada potensi sangat kuat. Dan dari hasil evaluasi pengawasan pemilu, kami sudah menyiapkan strategi guna mengantisipasi adanya keterlibatan dan mobilisasi ASN di pemelihan bupati dan wakil bupati dan pemelihan gubernur wakil gubernur yang tahapannya sudah jalan ini,” tegas mantan aktivis ini, Selasa (14/07/2020).

Dia juga menyebutkan, apa lagi kepala daerahnya menjabat sebagai ketua partai politik akan sangat kuat pengaruhnya bagi ASN.

“Akan lebih kuat adanya keterlibatan atau pelibatan ASN dan itu sangat mungkin terjadi, karena bupati atau gubernur adalah ketua partai. Makanya langkah antisipasi kita lakukan jauh-jauh hari, dengan harapan akan meminimalisir keterlibatan ASN maupun aparat desa baik secara langsung maupun tidak langsung,” pungkasnya.

Menurutnya, pihaknya belajar dari pengalaman Pemilu serentak lalu. Dimana bayak ASN yang terlibat dalam politik praktis.

“Ini menjadikan pengalaman kami dalam membangun strategi baru. Hal ini bertujuan menjaring ASN yang nanti ikut terlibat dalam politik praktis di Pilbup maupun di Pilgub 2020 mendatang,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan hal-hal yang tak boleh dilakukan ASN dalam Pilkada serentak ini.

“Saat ini tahapannya sudan jalan, walaupun belum ada penetapan calon, tapi bakal calon sudah mulai bermunculan. Walaupun baru tahapan bakal calon namun sanksinya sudah mulai diberlakukan,” ucapnya.

“Karena dalam regulasi baru ini lebih ditegaskan ke ASN terkait dengan kenetralan mereka, dimulai dari simbol tangan yang menunjukan simbol nomor urut mendukung salah satu balon, kemudian dalam bermedia sosial, ASN membagikan status salah satu calon, like status balon atau foto bersama ASN dan balon apalagi menggunakan seragam kemudian di aplod ke media sosial ini pelanggaran, karena ini sudah dianggap ASN telah mengempanyekan dan mendukung salah satu bolon,” kuncinya. (Bungsu)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.