Kerahasiaan Data Pemilih A.KWK, Supriyadi Sebut KPU Keliru Jika Transparan ke Bawaslu

  • Whatsapp

Foto. Supriyadi Pengellu

TELEGRAFNEWS-Sesuai tahapan pilkada, pada tanggal 13 Agustus nanti, tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) akan selesai. Namun, sayangnya, data formulir A.KWK yaitu gabungan antara Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) dan daftar pemilih terakhir yang dipegang Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) masih sulit diakses.

Hal ini membuat diskursus bagi pengawas desa dan kelurahan (PDK) dalam mengawasi data pemilih.

Terkait hal itu, Komisioner Bawaslu Sulawesi Utara Supriyadi Pengellu angkat bicar. Ia menuturkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah salah memahami terkait data yang dirahasiakan.

“Pengalaman dilapangan agak sulit mendapat akses A. KWK. Padahal, jika masyarakat yang minta mungkin tidak boleh diberi. Tapi kami pengawas,” ujar Pangellu, Jumat (24/7/2020).

Lebih lanjut kata Ia, dalam menjaga hak pilih masyarakat, dibutuhkan kerjasama penyelenggara Pilkada antara KPU dan Bawaslu yang nota bene lembaga yang memiliki legitimasi dalam melaksanakan tahapan ini.

“Pengawas hadir bukan menghalangi PPDP, tapi kami memastikan bahwa data dalam form itu sesuai fakta. Kami berharap demi transparansi data pemilih, harus dimulai dari transparansi pencoklitan itu. Karena asas Pemilu kita yaitu jujur dan adil. Bukan hanya langsung, umum, bebas, rahasia. Saya kira KPU sudah keliru memahami,” tutup Supriyadi. (***)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.