Rambi: Proses PAW Anggota KPU Mitra Berpeluang DKPP

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – Teka teki siapakah yang akan memenuhi Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang meninggal dunia pada 28 Maret 2020 atas nama Alm. Irfan Rabuka kini mengemuka.

 

Saat ini Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) yang mendelegasikan wewenangnya kepada KPU Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), diketahui masih melakukan klarifikasi dan verifikasi berkas calon PAW namun yang menentukan adalah kewenangan KPU RI.

 

“Saat ini KPU Sulut sementara menunggu pemasukan berkas dokumen persyaratan yang dimaksud. Semua wajib dimasukan kembali oleh peringkat ke-6 hasil pengumuman seleksi komisioner yang lolos untuk dilakukan diverifkasi,” kata Kadiv Sosialisasi, Parmas dan SDM KPU Sulut Salman Saelangi kepada TEEGRAFNEWS, Minggu (05/07/2020) saat dikonfirmasi.

Menurutnya, setelah proses klarifikasi dan verifikasi berkas PAW dilakukan, pihaknya selanjutnya akan melaporkan hasil tersebut ke KPU RI.

“Karena pengambil keputusan akhir ada di KPU RI sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 dan PKPU 4 Tahun 2020,” ujar Salman.

 

Disinggung soal batas waktu tahapan klarifikasi dan verifikasi, Salman menyebut hal itu tidak diatur secara detil dalam regulasi tapi dilakukan pada kesempatan pertama dan dengan mempertimbangkan efektivitas waktu untuk pengisian penyelenggaraan Pilkada.

 

“Kami tidak bisa memastikan soal hasilnya karena yang punya wewenang untuk menetukan adalah KPU RI. Kalau ditanya soal estimasi waktu kapan sudah ada hasilnya, agaknya sudah karena itu menjadi wewenang KPU RI,” jelas Salman.

 

Diketahui, KPU RI melalui KPU Sulut sementara melakukan proses PAW kepada urut ke-6 hasil seleksi calon KPU Mitra tahun 2018 lalu atas nama Gladies Kawureng.

Namun informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, keikutsertaan yang bersangkutan dalam proses seleksi tahun 2018 silam seharusnya sudah dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), karena yang bersangkutan sebagai ASN tidak mendapatkan rekomendasi tertulis dari kepala dinas pendidikan sebagai atasan langsung bahkan tidak ada surat rekomendasi dari Bupati Minahasa Tenggara selaku pejabat pembina kepegawaian.

 

Dalam surat pemberitahuan yang disampaikan tersebut, Pemkab Mitra kepada pihak KPU Provinsi Sulut tertanggal 24 Oktober 2018, isinya meminta agar yang bersangkutan (Gladies Kawureng, red) dalam seleksi pencalonannya dibatalkan karena tidak memenuhi syarat.

Menariknya, meski tidak mengantongi ijin namun saat pengumuman sepuluh besar yang bersangkutan berada pada rangking ke-6 atau masuk dalam daftar tunggu.

 

“Jika urutan ke-6 tetap diproses oleh KPU RI melalui KPU Sulut untuk melakukan PAW kepada Alm. Irfan Rabuka, maka dipastikan proses PAW Anggota KPU Mitra berpeluang dibawah ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),” sembur Veppy Rambi, selaku Ketua Relawan Sulut Nyaman (RSN) Mitra.(Devon Pondaag)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.