Hidroponik Alternatif Ideal Bertani di Rumah

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – Bupati Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana membuka secara resmi Pelatihan Gratis Sistem Menanam Hidroponik yang diselenggarakan oleh Komunitas Hidroponik Sangihe, di Ruang Serbaguna Alfa One Sangihe, Senin (6/7) 2020.

Bupati Jabes Ezar Gaghana, dalam sambutannya mengatakan, menurut data BPS konsumsi pangan lokal Kabupaten Sangihe hingga 2018 baru mencapai 4,5 persen, karena gerakan cinta pangan lokal baru berjalan selama 3 tahun sejak 2017 saat dirinya dipercayakan memimpin daerah itu.

Jabes Gaghana mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Komunitas Hidroponik Sangihe atas komitmennya dalam membantu pembangunan di daerah. Dia mengatakan, pemerintah daerah akan mendukung penuh semua gerakan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Sangihe.

“Saya sangat berterimakasih dengan komitmen kita; ada berbagai komunitas baik petani muda, petani konfesional khususnya holtikultura dan saat ini teman-teman Hidroponik boleh membangun komunitas sudah di 25 titik. Sehingga minimal dapat mensuplai untuk kebutuhan rumah tangga dan tidak membebani pengeluaran hidup setiap hari,” ucapnya.

Ketua Komunitas Hidroponik Sangihe Ferdy P. Sinedu menjelaskan, Komunitas Hidroponik Sangihe dibentuk pada Tahun 2017 dan kini telah memiliki 18 kelompok yang tersebar di berbagai wilayah di Sangihe.

Pertanian hidroponik, katanya, merupakan alternatif ideal saat ini. Apalagi bagi mereka yang punya waktu terbatas seperti para ASN atau karyawan swasta. Hidroponik juga menjadi solusi tepat untuk mereka yang tidak memiliki lahan pertanian yang luas.

“Bagi para pekerja harian seperti ASN yang memiliki waktu terbatas bisa melakukannya, sehingga hidroponik menjadi alternatif ideal. Selain itu, ini juga sangat efektif karena tidak terbatas dengan lahan,” imbuh Sinedu, yang juga Anggota DPRD Sangihe.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sangihe Michael Thungary juga menyambut baik dan mendorong agar pertanian hidroponik menjangkau lebih banyak masyarakat.

Dia mengakui, dari sisi biaya operasional, sistem hidroponik memang lebih mahal. Untuk itu, dia mengusulkan dinas terkait dapat memformulasikannya sebagai program pemerintah daerah dan DPRD siap mendukung dari sisi anggaran.

“Salah satu kekurangan hidroponik ini, investasinya agak mahal karena membutuhkan pipa dan sebagainya. Jadi melalui Dinas Pertanian, kadis bisa atur bagaimana modelnya, nanti kita dari DPRD akan mendukung dari anggaran; apakah pada anggaran perubahan tahun ini ataupun tahun depan supaya kegiatan ini dapat berlangsung lebih lama,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kadis Pertanian Godfried Pella dan Kadis Pangan Serny M. Lalu, selaku pemateri. (Dendy Abram)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.