Pulau Lipaeng, Wisata Satwa Penyu dan Burung Maleo di Sangihe

  • Whatsapp

Pulau Lipaeng di Kecamatan Kendahe

TELEGRAFNEWS – Pulau Lipaeng di Kecamatan Kendahe bisa menjadi referensi perjalanan wisata saat berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Pulau seluas sekira 2 kilo meter persegi itu menyiapkan pesona pesisir yang sensasional. Kita bisa memanjakan tubuh di dalam hangatnya air laut yang masih bening serta berjemur di atas hamparan pasir pantai nan putih.

Menambah serunya liburan di pulau yang hanya ditempuh sekira sejam perjalanan laut dari Tahuna itu, kita dapat memanjakan mata serentak menambah pengetahuan seputar penyu dan burung maleo, dua satwa dilindungi yang kian punah, namun masih banyak ditemukan di pulau itu.

“Untuk Pulau Lipaeng, kami akan buat satu paket perjalanan wisata bersama dengan pulau-pulau di sekitar. Mengingat di sini ada habitat burung maleo dan penyu, disamping pesona alam pesisirnya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Sangihe Jeffry Tilaar, saat berada di Pulau Lipaeng, dalam kunjungan kerja bersama Bupati Jabes Ezar Gaghana, Minggu (28/6) 2020.

Kadis Pariwisata Jeffry Tilaar

Kesempatan itu, Jeffry Tilaar bersama tim juga melakukan snorkling untuk melihat potensi wisata bawah laut. Sayangnya habitat terumbu karang banyak yang sudah rusak dan mati.

“Meski begitu, Pulau Lipaeng ini tetap bisa dijadikan destinasi wisata alam pesisir serta wisata satwa penyu dan burung maleo,” imbuhnya menyimpulkan.

Rencana Dinas Pariwisata itu langsung disambut positif oleh Bupati Jabes Ezar Gaghana. Dia mengajak pemerintah desa dan masyarakat untuk melestarikan alam pesisir serta habitat burung maleo dan penyu serta memotivasi mereka untuk mengelolanya menjadi obyek wisata.

“Ketika mengunjungi pulau ini ternyata ada potensi wisata yang cukup bagus; ada tempat penyu bertelur dan burung maleo, ada juga pantai yang cukup indah. Kita berharap masyarakat dan pemerintah desa dapat mengelola pantai ini dengan baik, juga menjaga kelestarian habitat di wilayah ini,” ungkap Jabes Gaghana.

Bupati Jabes Gaghana bersama rombongan saat meninjau potensi wisata di Pulau Lipaeng

Menurut Bupati, penyu dan burung maleo merupakan satwa yang dilindungi. Sehingga sudah seharusnya dijaga agar tetap berkembang.

“Penyu dan burung maleo merupakan kekayaan alam yang langka dan menarik di Pulau Lipaeng ini. Mari kita semua menjaganya dari kepunahan,” ajak bupati.

Bupati Jabes menyebut, ada musim tertentu bagi ke-dua satwa tersebut untuk bertelur. Sehingga masyarakat harus ikut menjaganya, agar telur satwa tersebut jangan sampai diambil.

“Mari kita jadikan Pulau Lipaeng ini sebagai daerah wisata alam dan bahari, yang menyuguhkan satwa yang dilindungi yaitu penyu dan burung maleo,” imbuhnya. (Dendy Abram)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.