Pembangunan di Desa Bahu Tetap Jalan di Tengah Pandemi Corona

  • Whatsapp

Pembangunan Balai Rakyat Desa Bahu, Senin (1/6) 2020. (Dendy/Telegrafnews.co)

TELEGRAFNEWS – Keterbatasan beraktivitas di tengah Pandemi Covid 19 tidak mengurungkan niat pemerintah desa dalam membangun dan memberdayakan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Bahu, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang terus melakukan pembangunan gedung Balai Rakyat dengan sistem padat karya tunai.

Sikap pro aktif dalam membangun desa dan mensenjahterakan masyarakat desa terus ditampilkan Pemerintah Desa Bahu di tengah pandemi Covid-19. Tak hanya terfokus pada penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BLT), Pemerintah Desa Bahu juga terus berinovasi dengan melakukan Padat Karya Tunai melalui kegiatan fisik pembangunan gedung Balai Rakyat.

Ditemui di ruang kerjanya, Senin (1/6) 2020, Kepala Desa Bahu Amir M. Hapantenda kepada media ini menyatakan, terkait pembangunan Balai Rakyat yang sedang dikerjakan itu, pihaknya memberdayakan sebanyak 30 warga desa sebagai pekerja guna menambah pendapatan warga desa yang menurun akibat pandemi Covid-19.

“Di luar itu, untuk bahan baku pembangunan berupa pasir dan batu juga kami beli dari masyarakat kami yang kebetulan sebagian bekerja sebagai penambang pasir dan batu meski skalanya kecil atau sampingan,” ungkap Amir.

Tak hanya itu, untuk kebutuhan angkutan, Amir Cs juga menyewa angkutan yang sopirnya merupakan warga desa setempat.

“Maksudnya, agar semua dapat penghasilan di tengah sulitnya hidup menghadapi pandemi virus ini. Bahkan dalam Pembangunan kedepannya, akan membutuhkan bambu sebagai tiang penopang, jadi tetap kami akan berdayakan masyarakat di desa untuk menyediakan itu, nanti ada upahnya,” tutur Amir.

Sementara itu, terkait ketersediaan keuangan di desa, Bendahara Desa Bahu Jebrel Makasaehe menjelaskan, kas keuangan tetap ada sesuai peruntukannya. Namun karena alokasi anggaran tahap pertama sebagiannya diperuntukan bagi Bantuan Langsung Tunai, sehingga pekerjaan pembangunan Balai Rakyat dilakukan secara bertahap.

“Kami cukup beruntung sebagai yang pertama melakukan pencairan Dana Desa Tahap 1 di Sangihe, sehingga kami mendapatkan pencairan sebesar 40% dari total APBN jadi agak leluasa membagi anggaran untuk BLT maupun pembangunan Balai Rakyat ini. Namun kami akan terus berpacu menyelesaikan administrasi pertanggungjawaban keuangan tahap 1 agar ketika tiba pencairan tahap 2 kami sudah siap,” ungkap Makasaehe.

Diketahui, Balai Rakyat ini dibangun diwilayah Lindongan 2 Desa Bahu dengan lama pekerjaan 90 hari dan total anggaran sebesar Rp. 347.528.000. (Dendy Abram)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.