Pegawai Pemerintah Non ASN Pemkab Sangihe Akan Dilindungi dengan BPJS Ketenagakerjaan

  • Whatsapp

Kepala Dinas Tenaga Kerja Daerah Doktarius Pangandaheng.(Dendy/Telegrafnews.co)

TELEGRAFNEWS – Kabar gembira bagi para pegawai pemerintah Non Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Pasalnya, mereka akan mendapatkan perlindungan melalui Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang akan dibiayai oleh Pemkab Kepulauan Sangihe.

Read More

Pemkab Kepulauan Sangihe melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja Daerah Doktarius Pangandaheng menyatakan
“sampai saat ini, sudah ada sekitar 1.145 orang pekerja informal yang diberikan jaminan sosial oleh Pemkab Sangihe dengan BPJS Ketenagakerjaan”.

“1.145 orang pekerja ini terdiri dari para buruh, sopir angkutan kota, angkutan pedesaan dan angkutan non trayek,” ujar Doktarius Pangandaheng, kepada Telegrafnews.co, Jumat (19/6) 2020.

Kini, lanjut Pangandaheng, pemerintah daerah juga telah memantapkan komitmen memperluas jangkauan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada para pegawai pemerintah Non Aparatur Sipil Negara (ASN).

Meliputi Tenaga Harian Lepas (THL), aparatur desa/kelurahan dan petugas kebersihan, bahkan anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dari tingkat kabupaten hingga desa.

“Untuk para THL dan perangkat desa/kelurahan, petugas kebersihan dan lainnya
akan dibahas pada rapat yang akan dilangsungkan Senin (22/6) 2020,” imbuh Pangandaheng.

Anggaran untuk pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan tersebut seluruhnya telah diatur dalam APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) melalui DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) di Dinas Tenaga Kerja Daerah Sangihe.

“Untuk anggarannya ditanggung lewat APBD dan tertata dalam DPA Dinas Tenaga Kerja Daerah dengan Pembayaran iuran tiap bulan sebesar Rp. 16.800/orang,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Sangihe Jabes Ezar Gaghana mengatakan, “program ini manfaatnya akan sangat baik bagi keluarga ketika terjadi hal-hal yang tak diinginkan terhadap tulang punggung keluarga.”

“Kita sadari bersama bahwa semua manusia menunggu antrian oleh Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, kita harus memikirkan kelangsungan hidup ini dengan jaminan sosial.” Ujar Jabes Gaghana, saat menyerahkan santunan kematian kepada istri Almarhum Veraris Papenta. (Dendy Abram)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.