Dua Warga Sangihe Tersesat di Gunung Awu Ditemukan Selamat dan Berhasil Dievakuasi

  • Whatsapp

Tim penyelamat saat bersama Hermanto dan Randy pasca ditemukan tersesat di Gunung Awu pada ketinggian 1000 mdpl, pukul 02.00 Wita, Jumat (2/6) 2020.

TELEGRAFNEWS – Sempat tersesat di Gunung Awu, dua orang warga Desa Mala, Kecamatan Tabukan Utara, Sangihe, Sulawesi Utara, akhirnya ditemukan selamat dan telah dievakuasi petugas ke rumah mereka di Desa Mala.

Read More

Hermanto Mahonis (32) dan Randy Mandalurang (16) berhasil ditemukan oleh Tim SAR Tahuna dibantu aparat dan masyarakat desa Mala serta keluarga sekira pukul 02.00 Wita, Jumat (2/6) subuh tadi.

Saat ditemukan Hermanto dan Randy dalam keadaan sehat. Randy sempat menggigil beberapa saat akibat suhu udara yang dingin di puncak, namun bisa segera diatasi oleh tim penyelamat.

“Torang temukan kurang lebih jam dua hampir siang. Kondisi mereka sehat. Hanya Randy sempat menggigil karena kedinginan,” ujar Koordinator Pos SAR Tahuna Yahya Sadue.

Hermanto dan Randy melakukan pendakian pada Senin (1/6) 2020 sekira pukul 05.00 Wita. Mereka bermaksud membuat jalur pendakian baru dari Desa Mala untuk pelaksanaan program Majelis Tua-tua Kampung Desa Mala.

Saat sedang menuruni gunung melalui jalur yang sama pada sore harinya, tiba-tiba turun kabut. Jarak pandang mereka tersisa sekira dua meter saja. Tidak berhenti, mereka terus berjalan perlahan menerobos kabut.

Namun naas, harapan untuk sampai di tujuan kandas. Hermanto dan Randy justru menemui jalan buntu; keduanya tersesat.

Beruntung Hermanto sudah sering melakukan pendakian sehingga tidak panik. Selain itu, mereka juga sempat membawa hand phone, sehingga Hermanto pun langsung menghubungi istrinya. Saat itu pukul 19.00 Wita.

Mendengar kabar dari suaminya, istri Hermanto pun bergegas menghubungi pihak keluarga dan perangkat desa. Kabar itu sempat membuat warga heboh dan panik.

Setelah mendapat laporan pukul 20.45 Wita, enam orang anggota Pos SAR Tahuna dibantu lima orang perwakilan warga, perangkat desa dan keluarga bergegas melakukan pencarian.

“Kebetulan salah satu dari HP (hand phone) yang mereka bawah itu android, sehingga saat dia menelpon saya suruh dia download aplikasi cetak koordinat. Dan kita ketahui posisi mereka itu berada pada koordinat 3°41’8.07″N-125°27’58.42″E (1000 mdpl),” tutur Yahya.

Pukul 21.00 Wita, Yahya dan rekan-rekan mulai melakukan pendakian menuju titik koordinat yang diberikan Hermanto.

Perjalanan ke puncak, kata Yahya, memakan waktu kurang lebih lima jam. Pasalnya, mereka melewati jalur baru yang baru dibuka oleh Hermanto dan Randy sehingga medannya cukup sulit. Hanya saja, jalur itu memberikan kemudahan, sebab Hermanto dan Randy menandai jalur itu dengan cat pada batang pohon yang dilewati.

Setibanya di puncak, Yahya dan rekan-rekannya pun tak butuh waktu lama untuk mencari. Sebab Hermanto dan Randy tidak beranjak jauh dari posisi terakhir mereka berada.

“Kita temukan mereka pada koordinat 3°41’10.75″N-125°27’59.23″E, dengan ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Dan syukurlah, pada pukul 05.00 Wita, kami semua akhirnya tiba dengan selamat di Desa Mala,” tutup Yahya. (Dendy Abram)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.