Begini Ceritanya : Seribuan Massa Selamatkan Jenasah Tertuduh Corona. Dugaan Upaya Sogok Keluargapun Viral

  • Whatsapp
Kisruh di depan Rumah Sakit Pancaran Kasih, Manado

TelegrafNews – Manado. Kemarin sore kota Manado gempar, salah satu rumah sakit dibilangan Jl. Samratulangi mendadak ramai, riuh dan ricuh. Makin sore, massa berangsur bertambah, ratusan hampir sekitar seribuan orang, mengepung rumah sakit. Nampak ada negosiasi yang sengit antara pihak massa dan rumah sakit soal penanganan jenasah salah satu pasien yang beberapa saat sebelumnya meninggal dunia. Nampak pihak keluarga berada didepan adu ngotot tentang nasib pemakaman jenasah.

Adalah almarhum Moh. Yamin Lasarika, pasien yang meninggal dunia diawal sore itu. Pihak rumah sakit bersikeras penanganan jenasah akan mengikuti protap Covid-19. Sementara keluarga dengan tegas dan ngotot tidak mau, berdasarkan pemeriksaan rapid sebelumnya tidak reaktif dan keluh keluarga bahwa tidak ada hasil positif atas pasien tidak bisa dibantah rumah sakit. Rumah sakit sore itu hanya bersikeras ini sudah prosedural.

Beberapa saat kemudian, terjadi kesepakatan, Jenasah yang beragama Islam tersebut bisa dilakukan proses fardhu kifaya, dimandikan keluarga dan di kafani. Disini muncul kelegaan masyarakat dalam keramaian massa, “kalo pak Imam boleh kase mandi berarti nyanda positif dang.”

Anak dari Alm. Moh. Yamin Lasarika

Serunya setelah proses fardhu kifaya dilaksanakan, jenasah ternyata tidak diijinkan dibawah pulang. Menurut salah seorang anak dari Almarhum, “mereka mo kase duit, tapi torang nimau papa dorang mo isi di peti. Torang suka jenasah almarhum mo bawa pulang keluarga yang kuburkan.”

Sontak hal tersebut membuat massa beringas dan menerobos sisi dalam rumah sakit menuju kamar mayat. Pintu di dobrak, massa pun dengan paksa membawa jasad menuju ambulance yang sudah disiapkan keluarga. Polisi yang sempat menertibkan, nampak kewalahan dengan jumlah massa yang begitu besar. Jenasah selanjutnya di iringi konvoi besar diantar pulang kerumah duka dibilangan kelurahan Ketang Baru, kecamatan Singkil.

Tak sampai disitu, menjelang Isya, kejadian di rumah sakit mendadak viral di media sosial, ungkapan belasung kawa sejak sore, makin marak dengan beredar massif video-video pengakuan anak pasien yang mau disogok agar supaya keluarga menerima jenasah dikuburkan protap covid.  Video pendobrakan, pengrusakan pintu kamar mayat rumah sakit juga beredar. Kemarahan masyarakat pun makin meluas. Pro kontra pun berwacana diberbagai wall FB dan WAG.

Massa yang terus antusias mengawal jenasah sampai pemakaman dilaksanakan keluarga

Sementara di rumah duka, keluarga bersepakat jenasah harus dikuburkan malam itu juga mengingat proses sebagian besar fardu kifayah telah dilaksanakan sejak sore.  Kericuhan lainpun terjadi, di lokasi pemakaman yang terletak di kampung sebelah, segelintir masyarakat disitu menolak jenasah dimakamkan di kompleksnya. Iringan pelayat sempat dilempari. Polisi nampak tambah sibuk mengamankan situasi. Sampai proses pemakaman usai.

Opini dan berbagai macam tanggapan luar biasa soal kejadian tersebut. Memang persoalan konflik antara keluarga dan pihak rumah sakit soal jenasah dikuburkan protap covid, pekan-pekan terakhir ini menjadi tranding topik. Beberapa hari sebelumnya di rumah sakit yang sama dan rumah sakit yang lain insiden serupa pernah terjadi. Tapi kemarin sore adalah yang terheboh, mengingat massa yang terlibat cukup besar. Juga makin rame dengan isu upaya menyogok keluarga.

Klarifikasi Pihak Rumah Sakit

Menjelaang tengah malam beredar berbagai klarifikasi dari pihak rumah sakit yang disampaikan resmi lewat video oleh direktur rumah sakit. Direktur menyampaikan tidak benar ada upaya menyogok pihak keluarga. Dalam sebuah release resmi seorang anggota DPRD Kota Manado yang mengaku ditelpon Direktur rumah sakit, bahwa “yang benar adalah pemberian uang rasa kemanusiaan dan kepedulian pihak rumah sakit kepada petugas keimaman berjumlah Rp. 500.000, untuk pembelian baju hazmat dan APD lengkap, honor pak imam yang memandikan dan mengkafani jenasah. (aif)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.