Pemprov Sulut Salurkan Bantuan untuk Umat Islam di Sangihe

  • Whatsapp

Tim sedang bersiap melakukan distribusi bantuan ke sejumlah kecamatan, Minggu (3/5) 2020. (Dendy/Telegrafnews.co)

TELEGRAFNEWS – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyalurkan 3223 paket bantuan bahan pokok untuk umat Muslim di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Bantuan yang sudah disalurkan sejak Sabtu (2/5) kemarin tersebut berupa lima kilo gram beras, sepuluh bungkus mie instan, tiga buah ikan kaleng, satu liter minyak kelapa dan lima buah masker.

Kepala Seksi Jaminan Keluarga Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara Jullivan Kondoahi – selaku koordinator penyaluran bantuan – mengatakan, bantuan dari Pemrov Sulut itu merupakan jawaban terhadap surat permohonan yang disampaikan warga kepada Gubernur Olly Dondokambey.

“Ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan yang disampaikan ke Gubernur Sulawesi Utara dan ditindaklanjuti oleh Dinsos Provinsi Sulut. Dan untuk saat ini yang diprioritaskan surat-surat permohonan yang masuk dari jamaah masjid. Karena dalam rangka bulan suci Ramadhan dan ibadah puasa, maka diprioritaskan untuk jamaah masjid/musholla,” kata Ivan, Minggu(3/5) 2020.

Menurutnya, setelah diberikan kepada para jamaah masjid/musholla, bantuan yang sama nantinya juga akan diberikan kepada umat non muslim.

“Jadi memang diprioritaskan bagi umat islam dahulu atau jamaah masjid/musholla, karena menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Selanjutnya kita akan menindaklanjuti permohonan dari gereja-gereja,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, bantuan yang sementara disalurkan ini diperuntukan bagi jamaah masjid/musholla di wilayah Kecamatan Manganitu Selatan, Kecamatan Tabukan Utara, Kecamatan Tahuna Timur dan Kecamatan Tahuna.

“Ini yang kami bawa kebetulan dari surat permohonan yang masuk dari wilayah Kecamatan Manganitu Selatan, yakni Desa Lahime dan Tariang. Sebagian besar dari Kecamatan Tabukan Utara, Kecamatan Tahuna Timur, khususnya wilayah Kelurahan Tidore dan Kecamatan Tahuna di Kelurahan Santiago,” jelasnya.

Dia menambahkan, semua paket bantuan sudah melewati karantina selama 14 hari. Sedangkan untuk penyaluran di lapangan, nantinya tidak dilakukan oleh tim provinsi, tetapi oleh tim yang berada di Kepulauan Sangihe.

“Kami melaksanakan sesuai instruksi, yang mana kami tim dari provinsi tidak ikut melakukan pembagian bantuan tersebut. Kami hanya mengurus administrasinya, dan untuk bantuan itu nantinya disalurkan oleh tim yang ada di Sangihe termasuk teman-teman Pendamping PKH ikut membantu,” tutupnya. (Dendy Abram)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.