Ini Tujuh Rekomendasi Wenny Lumentut Untuk Penanganan Pandemi Covid-19 di Tomohon

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara menjadi daerah dengan status Zona Merah Pandemi covid-19, melihat situasi penanganan pandemi di Kota Bunga ini, Ketua Fraksi Nyiur Melambai DPRD Sulut Wenny Lumentut yang juga representasi masyarakat daerah pemilihan Minahasa – Tomohon, memberikan 7 langkah ini.

Pertama menurut Lumentut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon perlu mempertajam sosialisasi kepada warga untuk patuh terhadap prinsip social distancing dan phisycal distancing.

Read More

“Cara ini paling ampuh memutus rantai penyebaran Covid-19,” ujar Lumentut, Selasa (12/5) 2020.

Yang kedua, dia mengatakan Pemkot Tomohon harus segera menganggarkan bantuan sembako kepada warga yang miskin.

“Bantuan harus ada, agar masyarakat bisa menjalankan langkah pertama,” tegas WL.

Yang ketiga, wakil ketua Komisi I ini menganjurkan Pemkot segera berkoordinasi dengan Pemprov untuk bergerak cepat dan menjalankan instruksi dengan melakukan tracing kepada kontak terdekat dari pasien terkonfirmasi positif.

“Dari langkah itulah akan dilakukan maping dan cluster, sehingga bisa diketahui polanya, mana wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi zona rawan, hasil tracing dan secara umum. Sehingga kebutuhan yang harus disegerakan itu secepatnya dipenuhi,” jelasnya.

Yang keempat, berlanjut ke tahapan sesuai protokol kesehatan. Yakni, memaksimalkan area penyemprotan disinfektan yang diprioritaskan dari maping yang telah ditetapkan nantinya.

“Di situlah kita akan melakukan semacam terapi pendekatan secara maksimal, termasuk bagaimana meminimalisir dengan langkah-langkah protokol kesehatan. Di antaranya tindakan-tindakan semacam penyemprotan disinfektan,” imbaunya

Kelima, minimalisir mobilisasi penduduk yang datang atau yang berada di dalam kota dengan cara melakukan pembatasan pergerakan orang di dalam kota.

“Supaya masyarakat tahu, mengingatkan masyarakat untuk tetap berada di rumah dan tidak berkumpul di pusat-pusat keramaian,” lanjutnya.

Bahkan, tambahnya, di pasar masih banyak penjual dan pembeli yang tidak memakai masker, tidak menjaga jarak.

“Kita juga harus meyakinkan orang-orang tidak berkumpul tempat umum. Seperti tempat ibadah dan lain-lain kan sudah ada edarannya. Mudah-mudahan ini efektif di lapangan, dan jika diperlukan, mengeluarkan surat edaran terkait protokol kesehatan maupun mobilitas penduduk ke tingkat lingkungan,” urainya.

Sedangkan dua langkah terakhir, Pemkot harusnya mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD) minimal 100 set dan 1000 masker di RS pemerintah maupun swasta dalam kota.

“Ujung tombak perlu diperhatikan penuh dalam penanganan Covid -19 ini, utamakan keselamatan mereka dalam bertugas. Sedangkan langkah yang terakhir, diharapkan Pemkot Tomohon segera melakukan penyemprotan cairan disinfektan dan pembagian masker untuk masyarakat,” pungkasnya.

(in)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.