Corona Merebak, Pasar Ikan Tuna di Sangihe Lesu

  • Whatsapp

LESU. Aktivitas jual beli di sentra ikan tuna di Desa Kauhis, Selasa (5/5) 2020. (Dendy/Telegrafnewa.co)

TELEGRAFNEWS – Pandemi Covid-19 berdampak negatif terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Salah satunya nelayan tangkap dan pengusaha ikan tuna. Produksi ikan tuna di Kabupaten Kepulauan Sangihe menurun seiring berkurangnya permintaan di pasar dalam negeri maupun luar negeri.

“Biasa, sebelum ada Covid-19, ikan masuk 3 sampai 4 ton satu hari, namun karena situasi ini, sekarang tinggal 1 ton lebih satu hari,” ujar William Landeng, seorang pengusaha ikan tuna di Desa Kauhis, saat berbincang dengan Telegrafnews.co, Selasa (5/5) 2020.

Dia menuturkan, ikan tuna yang masuk ke perusahaannya selain hasil tangkapan sendiri, banyak yang dibeli dari nelayan lokal. Namun semenjak Covid-19 merebak pasokan dari nelayan lokal mulai berkurang seiring menurunnya daya beli masyarakat di pasar lokal, maupun “permintaan dari perusahaan ikan yang juga terbatas”, yang membuat William mau tidak mau harus membatasi pembelian dari nelayan lokal.

“Ikan tuna di sini biasanya dijual ke Bitung, Bali dan diexspor ke Jepang, Singapura dan Malasia. Namun akibat dampak dari Covid-19, penjualan ke Bitung dan Bali serta ekspor ke luar negeri semakin berkurang karena permintaan menurun,” ujarnya.

Dia sangat berharap pemerintah daerah dapat mengatasi kelesuan pasar ikan saat ini dengan membeli produksi ikan, termasuk ikan tuna setempat untuk membantu kehidupan para pengusaha ikan, terlebih para nelayan tangkap sehingga bisa lebih bergairah kembali. (Dendy Abram)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.