Seorang Pemuda di Melonguane Tewas Gantung Diri di Kamar

  • Whatsapp
Jenasah korban disemayamkan di rumah duka, Jumat (10/4) 2020 malam. (Rey/Telegrafnews.co)

TELEGRAFNEWS – Warga Kelurahan Melonguane, Talaud, Sulawesi Utara Jumat (10/4) sore geger. Seorang pemuda, berinsial NS alias Nopri, ditemukan tewas dalam kamar di rumah orang tuanya yang terletak di seputaran Pelabuhan Laut Melongunae, Kelurahan Melonguane Barat, Kecamatan Melonguane, Talaud, Sulawesi Utara.

Saat ditemukan sekira pukul 17.45 wita, korban dalam keadaan tergantung dengan kain sprei di lehernya. Kain sprei itu diikat pada murplat yang berada tepat di atas tempat tidur di dalam kamar korban.

Kapolsek Melonguane Ipda Dedi Matahari, saat dikonfirmasi menyatakan, “korban telah dibawah ke Rumah Sakit Umum Daerah Talaud di Mala untuk diadakan otopsi luar” dan hasilnya “murni bunuh diri”.

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, Meksi Saweduling, tak lain adalah ayah korban, diketahui bahwa sekira pukul 21.00 wita, Kamis (9/4) 2020 kemarin, korban keluar rumah dan kembali ke rumah pada Jumat (10/4) 2020 sekira pukul 03.00 wita.

Saat tiba di rumah korban sudah dalam keadaan mabuk. Korban juga sempat membuat keributan; marah tanpa alasan jelas kepada orang tuanya. Lalu korban pun keluar rumah lagi dan baru kembali ke rumah sekira pukul 04.00 wita dini hari. Setengah jam kemudian, korban masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.

Siang hari, sekitar pukul 12.00 wita, ayah korban membangun korban untuk makan, namun korban mengatakan bahwa dia masih kenyang. Pada pukul 17.45 wita, ayah korban kembali membangun untuk mengikuti Perjamuan Kudus Jumat Agung, namun tidak ada respon dari dalam kamar.

Penasaran, ayah korban pun meminta bantuan tetangganya, Marwan Mangampang, untuk mengecek keadaan korban. Marwan kemudian memanjat lewat jendela, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat korban sudah dalam keadaan tergantung dengan menggunakan sprei.

Kemudian ayah korban dan Marwan pun bergegas mendobrak pintu kamar, dan mendapati korban dengan kondisi tubuh yang sudah kaku.

“Diketahui bahwa sekitar bulan Januari 2020 korban diberhentikan dari tempat kerjanya di Kantor Syahbandar Melonguane, dan sejak saat itu korban sering banyak diam,” tambah Matahari.

Saat ini korban disemayamkan di rumah duka dan rencananya akan disemayamkan pada sekira pukul 14.00 wita, Sabtu (11/4) 2020 esok.

(Rey Atapunang)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.