Untuk Warga Terdampak Corona, Pemkab Talaud Salurkan 100 Ton Beras

  • Whatsapp

Ilustrasi. (Tribun Timur – Tribunnews.com)

 

TELEGRAFNEWS – Menjadi pandemi di lebih dari 180 negara, Virus Corona atau Covid-19 berdampak luas hingga ke bidang ekonomi di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Kepulauan Talaud. Perputaran ekonomi di wilayah perbatasan utara NKRI itu disinyalir terus melemah akibat aktivitas masyarakat yang semakin berkurang dan terbatas.

Di Kepulauan Talaud sendiri, pemerintah daerah telah melakukan langkah-langkah penanganan dan pencegahan. Seperti meliburkan para pelajar untuk belajar di sekolah, hingga penerapan social distancing dan seruan stay at home atau warga diminta membatasi aktivitas di luar rumah.

Tak pelak, hal tersebut juga berdampak pada masyarakat yang berprofesi sebagai tukang bentor, sopir angkutan umum, pedagang pasar hingga pelaku UMKM, termasuk yang berjualan di kawasan sekolah atau perkantoran.
Kemampuan ekonomi mereka menurun, karena berkurangnya pendapatan.

Sementara di seberang lautan, Negara Philipina, yang hanya berjarak tempuh sekira 4 jam dari Miangas atau 8 jam dari Melonguane, ibu kota Kabupaten Kepulauan Talaud, rutin memberikan pasokan bahan makanan, 3 kali sehari, untuk warganya akibat mewabahnya Covid-19.

Namun, kondisi itu ternyata sungguh dirasakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud. Bupati Elly Engelbert Lasut dan Wakil Bupati Moktar Arunde Parapaga telah memprediksi sebelumnya, sehingga sudah menyiapkan langkah antisipasi, dengan menyalurkan bantuan non tunai berupa beras kepada warga terdampak Covid-19. Sebanyak 100 ton beras dari Beras Cadangan Pemerintah (CBP) pun siap dibagikan.

“Jadi kita sudah siapkan langkah antisipasi, 100 ton beras CBP siap dibagikan,” ujar Bupati Elly Engelbert Lasut kepada wartawan, di kediamannya, pagi tadi.

“Jadi masyarakat yang terdampak ekonominya karena social distancing atau karena anjuran pemerintah untuk stay at home seperti pedagang di pasar, tukang bentor atau yang jualan di sekolah, kita mendukung mereka dengan beras. Beras itu sekitar 100 ton yang akan segera disalurkan,” tambah E2L, sapaan akrab bupati.

Penyaluran bantuan beras dampak Covid-19 ke wilayah pulau terluar seperti Kecamatan Nanusa dan Miangas, lanjut E2L, sedianya disalurkan kemarin. Namun masih terkendala teknis pengangkutan.
Dia berharap dalam waktu dekat beras itu sudah boleh disalurkan.

Theopilus Herendoli, Kepala Bulog Melonguane, yang dihubungi terpisah sore tadi, membenarkan hal tersebut, dan pihaknya siap untuk menyalurkannya.

“Benar, tadi kita dari pihak Bulog sudah mengadakan rapat dengan bupati dan wakil bupati terkait permohonan dari pemerintah daerah untuk penyaluran bantuan beras sebanyak 100 ton yang diambil dari beras CBP sehubungan bencana Covid-19 ini. Dan untuk ini pihak Bulog siap, karena stok beras yang ada pada kita saat ini sekitar 260 ton,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa penyalurannya akan dilakukan dalam waktu dekat setelah semua urusan administrasi selesai. (Rey Atapunang)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.