Lakalantas Maut di Kampung Petta, Nyawa Loudewik Tak Tertolong

  • Whatsapp

Lakalantas maut di jalan raya Kampung Petta, Sangihe, Minggu (22/3) 2020.

TELEGRAFNEWS – Kecelakaan maut melibatkan sepeda motor Suzuki Satria dan Honda Revo terjadi di Jalan Raya Kampung Petta, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Akibat kejadian itu, pengendara Satria tewas di tempat.

Kecelakaan yang merenggut satu korban jiwa tersebut terjadi Minggu (22/3) 2020, tepatnya di kawasan APMS di Kampung Petta, sekira pukul 00.45 Wita.

Informasi diperoleh, kejadian berawal saat Suzuki Satria LSCM 120 DL 6982 F, dengan lampu motor yang tidak standar, melaju dari arah Kampung Bengketang menuju ke Kampung Petta. Disaat bersamaan, tepat di lokasi kejadian, sedang melaju dari arah Kampung Petta menuju Kampung Bengketang, Honda Revo tanpa nomor polisi, juga dengan kondisi lampu yang tidak standar, sehingga mengganggu penglihatan kedua pengendara yang akhirnya menyebabkan tabrakan.

Menurut polisi setempat, pengendara Suzuki Satria yang tewas di tempat kejadian teridentifikasi adalah warga Kampung Petta, Loudewik Nolfi Takasumiang, seorang buruh berumur 37 tahun.

“Korban meninggal dengan mengalami luka bengkak di kepala bagian belakang, mata kiri bawah memar, telinga kiri dan kanan mengeluarkan darah serta tangan kanan mengalami patah tulang,” ujar polisi.

Sementara, pengendara Honda Revo adalah seorang pelajar SMU berumur 17 tahun, Juan Figo Takarangkiang, warga Kampung Kaluare Kecamatan Tabukan Utara, yang diketahui membonceng rekan sedesanya, Arta Erxes Zedekia Janis, juga seorang pelajar berusia 16 tahun.

Keduanya mengalami luka berat. Juan mengalami luka robek di jari manis kaki kanan, luka robek di pelipis kiri dan luka robek di jari manis tangan kanan. Sedangkan Arta alami patah tulang di paha kanan, luka robek di bibir bawah, luka robek di dahi kanan dan dua buah gigi depan patah.

“Dan saat ini keduanya sudah dirujuk ke RSUD Liung Kendage Tahuna untuk dilakukan perawatan lanjut. Sedangkan untuk korban meninggal dunia telah dibawah ke rumahnya,” jelas polisi.

Polisi menambahkan, selain akibat kedua motor tidak dilengkapi lampu standar, kedua pengendara juga kurang berhati-hati dan dalam pengaruh minuman keras saat berkendara serta tidak menggunakan helm.

“Kecelakaan itu memang dapat dialami oleh siapa saja dan kapan saja tanpa kita diduga sebelumnya. Namun untuk mengantisipasi dan mengurangi resiko kecelakaan, kita perlu taat pada aturan-aturan lalu lintas. Sebelum berkendara harus pastikan semua fisik kendaraan normal, berkendara dengan hati-hati, jangan melaju dengan kecepatan tinggi, gunakan helm serta jangan sampai dalam kondisi mabuk karena resikonya sangat fatal,” pungkas polisi. (***/Red)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.