Harga Vanili ‘Merana’ Ditengah Covid-19 Melanda

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS-Virus Corona atau Vorona Virus Desiase yang disebut Covid-19, juga berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi terutama pada petani pertabian jenis Vanili.

Hal ini diungkapkan Alex Dumondor salahsatu petani vanili di Desa Esandom yang saat ini juga menjadi penampung bagi petani vanili diwilayah Tombatu Timur.

“Dengan hebohnya virus corona, petani cenderung menjual cepat hasil pertanian vanilinya,” ujar Alex Dumondor.

Menurutnya, harga vanili yang saat ini cenderung menurun terkadang 125 ribu -130 ribu per Kilo mentah dan 1 juta per Kilo, harus ditampungnya akibat penjual yang takut berlama-lama menjaganya dikebun.

“Faktor pencurian dan masalah virus corona menjadi penyebab petani menjual vanili hasil panennya selain masalah kebutukan ekonomi dalam keluarga,” ujar Dumondor.

Menurutnya, kualitas vanili yang baik adalah 7 hingga 8 bulan namun karena kebutuhan biaya, maka petani menjual cepat.

Pihaknya juga tidak memberanikan diri membeli vanili dari sembarang penjual tanpa surat keterangan dari pemerintah desa.

Dumondor menambahkan, sebelumnya harga vanili pernah mencapai harga 3 juta pada tahun 2019.(Devon Pondaag)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.