Banjir Manado. Abid : “Kuala So Jadi Got, Drainase Manado Juga Makin Buruk !”

  • Whatsapp
Ketua Baznas Sulut bersama tim tanggap bencana

Ketua Baznas Sulut bersama tim tanggap bencana

TELEGRAFNEWS, Manado  – Ketua Baznas Propinsi Sulawesi Utara, Abid Takalamingan mengungkapan bencana banjir yang selalu menimpa kota Manado juga disebabkan reklamasi tepi sungai dan pendangkalan serta drainase di kota Manado yang tidak baik. “Kuala so jadi got, drainase Manado juga makin buruk”, ujarnya.

Abid yang ditemui di sela aksi Baznas Tanggap Bencana (BTB) tadi malam melanjutkan, Tiap tahun titik banjir maupun genangan besar di Manado terus bertambah. Bahkan tempat yang dulunya jarang terjadi banjir kini menjadi titik banjir terparah meskipun curah hujan tidak begitu besar. Abid mencotohkan, “Dulu bahkan bila wilayah Singkil dan Komo Luar banjir, Kelurahan Mahau tidak banjir. Sekarang malah Mahau dan Bailang yang parah.”

Abid yang juga mantan aggota DPRD Propinsi Sulut dari dapil Manado, menuturkan titik-titik genangan air meluas di mana-mana, bahkan sampai di ruas-ruas jalan utama dan pusat kota. Meskipun skala hujan tidak besar dan tidak lama, menurutnya sudah cukup membuat genangan dimana-mana, banyak dan menyebar di hampir seluruh bagian kota. “Itu jelas drainase kota ini buruk”, pungkasnya.

Terinformasi, sejak musibah banjir dan longsor yang terjadi di beberapa kelurahan telah memantik berbagai aksi solidaritas dari berbagai elemen masyarakat, baik personal maupun kelompok organisasi untuk membantu masyarakat korban. Dari pantauan Telegrafnews.co, Baznas Sulut menggelar aksi tanggap bencana di kelurahan Bailang, Mahau dan Ternate Tanjung.

Evakuasi dan distribusi bantuan korban banjir

 

Walikota Turut Membantu Korban

Seorang warga korban, Mad Nur menginformasikan selain Baznas Sulut beberapa dermawan juga secara pribadi dan berbagai organisasi sosial bahkan TNI juga telah turut membantu dari proses evakuasi, makanan, air minum, air bersih, snack sampai bersama kerja bakti dan menyumbangkan peralatan berupa alkon dan selang. “Sejak air mulai meninggi, bersyukur sampai saat ini, banyak yang datang membantu”, ungkap Mad

Pemerintah kota Manado juga dilaporkan telah turut serta bersama warga korban sejak musibah terjadi. Mad menceritakan “Pak Walikota, istri dan anak serta rombongan tanggal 3 dini hari tembus kesini bawa bantuan dan memeriksa keadaan. Bantuan Pak Wakil walikota juga sudah masuk. Kami berharap semua bantuan bisa terbagi merata . itu semua sangat membantu kami dan terimakasih semua pihak yang ikut membantu meringankan kami dalam musibah ini.”

Sementara itu, pagi ini warga yang tertimpa bencana banjir sudah kembali ke rumah masing-masing. Banjir dan longsor yang terjadi sejak senin (2/3-2020) sore hingga selasa (3/3-2020) dini hari kemarin, sempat membuat masyarakat korban mengungsi ke tempat-tempat aman. Kelurahan Mahau dan Bailang merupakan wilayah yang paling parah diterpa banjir.

Warga Mahau, Sony Palowa mengatakan “Kemarin malam para korban mengungsi ke rumah-rumah saudara atau kerabat yang aman. Pagi sampai sore kerja bakti membersihkan Masjid dan rumah masing-masing. Malam sampai pagi ini mereka sudah kembali kerumah.” (AD)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.