Ada Hoax Seputar Covid-19 di Talaud, Dandim: Pelakunya Segera Diamankan!!!

  • Whatsapp

Suasana rapat koordinasi Forkopimda dan stakeholder terkait perihal kesigapan antisipasi Covid-19 di Talaud, di Makodim 1312/Talaud, Kamis (19/3) 2020.

 

TELEGRAFNEWS – Ketakutan masyarakat terhadap wabah Covid-19 atau Virus Corona rupanya turut dipicu penyebaran informasi bohong alias hoax, tak terkecuali di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Perihal tersebut, Dandim 1312/Talaud Letkol Czi Irawan Gupta rochman mengatakan bahwa hoax tak bedanya dengan virus; virus yang memuat warga menjadi ketakutan dan panik. Karena itu dia menekankan, penyebar hoax seputar Covid-19 perlu ditindak tegas oleh aparat.

“Diharapkan kepada mafia hoaks agar segera diamankan. Hoaks adalah virus,” tegasnya, dalam rapat koordinasi Forkopimda Talaud guna memantapkan kesigapan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Talaud, di Makodim 1312/Talaud, kemarin.

Terkait hal itu, sebelumnya pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika menegaskan, akan terus memantau peredaran konten hoaks dan disinformasi, serta melakukan penindakan melalui aparat penegak hukum.

“Kami tak segan lakukan tindakan atas penyebaran hoaks dan mendorong penegak hukum mengambil langkah tegas,” kata Menkominfo Johnny G Plate, seperti dilansir Kompas.com

Hal itu sesuai Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang menyebutkan bahwa “Setiap Orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik”.

Ancaman hukumannya berupa pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 Miliar sebagaimana disebutkan Pasal 45A ayat (1) UU ITE “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar”.

Perihal informasi bohong atau hoax seputar Covid-19 ini, informasi di peroleh media ini, beberapa hari belakangan sejumlah warga di Kota Melonguane, ibu kota Kabupaten Kepulauan Talaud, mulai dihantui ketakutan berlebihan bakal tertular Covid-19 atau Virus Corona.

Mereka mengaku, hal itu dipicu ada informasi beredar bahwa sudah ada orang yang positif Covid-19 di wilayah Melonguane.

“Yang kita dengar begitu. So banyak orang bacirita kalau di Melong so ada yang positif,” ujar seorang warga yang kesehariannya sebagai pengemudi bentor (bejak motor) di Kota Melonguane, belum lama ini.

Sementara itu, sehubungan ada tidaknya orang yang terinfeksi Covid-19 di Kepulauan Talaud, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan telah menetapkan seorang warganya sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19 atau Virus Corona. ODP tersebut diketahui memiliki riwayat perjalanan dari India serta menunjukan gejala-gejala seperti orang yang terpapar Covid-19.

“Penetapan (ODP) itu sudah sesuai dengan protap yang ada. Pertama ODP itu demam, batuk dan punya riwayat perjalanan pernah ke negara yang terdapat kasus positif Covid-19,” ujar Fransina Awaeh, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud, di Melonguane, kemarin.

Dia mengakui, sebelumnya ada 6 orang yang dinyatakan dalam masa pemantauan. 2 orang warga Negara Jepang dan sudah dinyatakan bebas inkubasi dan sudah balik ke Jepang. Sementara 4 orang lainnya warga Talaud yang pernah ke Tiongkok, tetapi kini juga sudah bebas inkubasi. (Rey Atapunang)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.