Upacara Adat Tulude, Puncak Perayaan HUT Ke-595 Kabupaten Kepulauan Sangihe

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – Momentum perayaan Hari Lahir Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe ke 595 tahun menghadirkan warna baru dalam perhelatan akbar yang ditandai dengan pelaksanaan Upacara Adat Tulude.

Pemotongan kue Tamo saat pagelaran Tulude

Ditandai dengan kehadiran 700 orang siswa SD/SMP Se Kota Tahuna menjadikan perhelatan akbar Upacara Adat Tulude terasa spektakuler.

Read More

Tercatat dalam calender of event atau event tahunan yang sedianya terus dilaksanakan setiap tanggal 31 Januari.

Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, Perayaan Upacara Adat Tulude kali ini terasa lebih “kental”, dimana setiap rangkaian acara yang dilangsungkan akan dimaknai sebagaimana mestinya Upacara Adat Tulude itu berlangsung. Pelaksanaan sesuai dengan alur tanpa lagi dipersingkat, seperti pada prosesi “Mendangeng Buntuangu Ratu su Banala Kararatuang”, yakni Kue Adat Tamo diarak keliling kota mulai dari tempat pembuatan kue kemudian ditempatkan dilokasi acara yang nantinya akan diadakan prosesi pemotongan kue adat tamo.

Bupati Kepulauan Sangihe Jabes E Gaghana ditengah masyarakat Sangihe pada pelaksanaan Tulude dalam rangka HUY Ke-595 Kabupaten Kepulauan Sangihe

Tak hanya pemaknaan dari segi rangkaian acara saja, namun dekorasi Tulude kali ini memberikan warna baru akan kearifan lokal. Bagaimana tidak, penggunaan bambu batik sebagai bahan utama dalam dekorasi serta dipadu dengan nuansa kepulauan yang menghadirkan perahu londe sebagai ciri khas akan pekerjaan masyarakat Sangihe yang hobi melaut (nelayan).

Tak kalah juga dalam penyajian jamuan kasih, pada Perayaan Tulude 2020. Menu
makanan yang disediakan merupakan hasil bumi dan hasil laut dari masyarakat Sangihe dimana tidak ada “nasi” dalam tatanan menu yang disajikan. Namun, sajian khas berupa sagu yang dipadukan dengan gula merah mampu mengantikannya dan memberikan gairah dalam menyantap sajian-sajian lainnya. Tak terhitung varian menu yang disajikan dalam perhelatan Tulude 2020 kali ini, Kepiting Bakau berukuran Jumbo jadi target utama para penikmat seafood, bahkan menu rumput laut juga tersaji dengan kemurnian dan kesegarannya.
Uniknya lagi, semua menu yang disajikan menggunakan alat dapur tradisional berupa batok kelapa sebagai pengganti piring dan daun pisang dijadikan alasnya. Gelas dan sendok juga menggunakan batok kepala.

Sajian unik pada Perayaan Tulude tahun 2020 merupakan Tulude terbaik yang pernah ada. Tourist mancanegara juga tampak hadir menikmati pagelaran budaya seperti musik bambu bahkan menu khas lokal.

Semua hal yang tersaji dalam Tulude 2020 kali ini sungguh memberikan kesan mendalam bagi masyarakat Tampungang Lawo, dimana masyarakat merasakan kembali akan Sangihe sesungguhnya.

Diakhir perhelatan, acara Medameang kembali menghadirkan nikmatnya budaya Sangihe melalui merdu musik bambu bahkan Masamper Mebawalase (berbalasan) yang sudah jarang digelar kembali tersaji.

Dalam perhelatan Upacara Adat Tulude tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe seakan kembali mengingatkan akan jati diri kita sebagai masyarakat Sangihe yang mencintai setiap tradisi dan budaya.
Dirgahayu Sangihe ke -595 tahun.
Sangihe i Kekendage Sarang Papateku. (Advetorial)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.