Rumah Nyaris Terseret Ombak, Warga Tariang Lama Butuh Pembangunan Talud

  • Whatsapp

Abrasi di sebagian pesisir pantai Desa Tariang Lama, Kamis (13/2) 2020. (foto:Dendy/Telegrafnews)

TELEGRAFNEWS – Sejumlah rumah warga di Dusun 1 dan II Desa Tariang Lama, Kecamatan Kendahe, Sangihe, Sulawesi Utara nyaris terseret gelombang setinggi 2-3,5 meter disertai angin kencang dengan kecepatan sekira 20 hingga 40 km/h. Warga berharap pemerintah segera membangun talud pengaman pantai agar warga terhindari dari ancaman gelombang tinggi dan abrasi yang kerap terjadi di wilayah itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe Rivo Pudihang, kepada Telegrafnews, membenarkan peristiwa yang terjadi Rabu (12/2) 2020, kemarin tersebut.

“Kemarin memang benar ada gelombang besar yang menghantam pesisir pantai di dua lendongan di Desa Tariang Lama, dan bertepatan tim ada di dekat lokasi sehingga segera melakukan pemantauan. Dan kondisi di sana masih terpantau aman,” ujar Pudihang, Kamis (13/2) 2020.

Dia mengatakan, mengantisipasi kejadian tak terduga, BPBD telah mengeluarkan himbauan akan potensi meningkatnya ketinggian gelombang yang diperkirakan bisa mencapai 4 meter.

“Untuk itu penyedia jasa transportasi agar selalu mempersiapkan life vest. Nelayan untuk tidak melaut dulu, dan warga khususnya di wilayah pesisir pantai agar lebih bisa berjaga-jaga untuk kejadian-kejadian alam yang tidak terduga,” ungkapnya.

Sementara itu, pemerintah desa dan warga Tariang Lama berharap pemerintah daerah bisa segera membangun talud pengaman pantai. Permintaan pembangunan talud tersebut, kata warga, sudah sering disampaikan. Tetapi hingga hari ini belum bisa direalisasikan.

“Kami warga Tariang Lama sangat mengharapkan adanya pembangunan talud pengaman atau pemecah ombak untuk mengantisipasi kejadian seperti ini. Dan itu sudah sering disampaikan. Semoga dengan kejadian hari ini, pemerintah bisa melihat bahwa memang kami butuh pembangunan talud,” ungkap warga.

Diketahui, pada 1 Desember 2019 lalu Desa Tariang Lama juga pernah diterjang gelombang tinggi. Meski tak ada korban jiwa, namun kejadian itu membuat sejumlah perahu dan rumah warga rusak.
Karena itu pembangunan talud pengaman pantai mendesak diadakan.

(Dendy Abram)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.