Pembunuh Darma Saweduling Terancam Hukuman Seumur Hidup

  • Whatsapp

Polisi gelar konferensi pers kasus pembunuhan Darma Saweduling oleh KP alias Ungke, Jumat (7/02) 2020. (Foto:Rey/Telegrafnews)

TELEGRAFNEWS – “…KP (42) alias Ungke, dikenakan Pasal 340 KUHP jo Pasal 338 KUHP jo Pasal 2 ayat (1) Undang- Undang Darurat Nomor 12, dengan ancaman hukumannya adalah seumur hidup.”

Kapolres Kepulauan Talaud AKBP. Alam Kusuma. S. Irawan mengatakan hal itu dalam Konferensi Pers di Mako Polres Kepulauan Talaud, Jumat (7/02) 2019, pagi tadi, terkait pembunuhan terhadap Darma Saweduling, warga Kelurahan Melonguane Timur, Kecamatan Melonguane, Talaud, Sulawesi Utara oleh KP alias Ungke.

Dalam konferensi pers tersebut, Alam menerangkan, dalam kejadian yang berlangsung di depan Toko Dunia Anak pada pukul 07.00 Wita, Senin (27/1) 2020 tersebut, tersangka menusuk korban di bagian dada dengan menggunakan tumbaka atau satu buah parang sebanyak satu kali dengan menggunakan tangan kanan. Kemudian tersangka pun membacok tangan kiri korban sebanyak dua kali. Sehingga menyebabkan korban meninggal dunia. Setelah itu, korban melarikan diri guna menyerahkan diri kepada polisi dan langsung diamankan.

Tindakan pembunuhan oleh KP alias Ungke tersebut, kata Alam, termasuk kasus berat. Tambah lagi, KP alias Ungke juga merupakan residivis dalam kasus serupa. Karenanya polisi mengajukan tuntutan maksimal; seumur hidup.

“Tuntutannya kita buat setinggi-tingginya, karena bersangkutan adalah residivis. Dalam hal ini, ancaman tuntutannya maksimal; seumur hidup. Namun putusannya, nanti di sidang di pengadilan. Kami dari kepolisian hanya melihat datanya saja dan ini termasuk kasus berat. Kemudian sebelumnya yang bersangkutan juga pernah melakukan pembunuhan; jadi termasuk residivis,” ujar Kapolres.

Alam menyebutkan, motif tersangka KP alias Ungke melakukan pembunuhan itu karena utang piutang yang kemudian membuat tersangka dendam terhadap korban.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah tumbaka atau parang berukuran 50,5 meter dan pakian korban.

Diketahui, sebelum menggelar konferensi pers, polisi terlebih dahulu melakukan rekonstruksi untuk memenuhi kelengkapan berkas perkara yang akan dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.

Reka adegan dipimpin langsung Kasat Reskrim Iptu Maulana Miraj di halaman Mako Polres setempat tersebut pelaku memperagakan 23 adegan, yang mengungkapkan secara jelas kronologi pembunuhan terhadap Darma Saweduling.

Rekonstruksi itu turut disaksikan langsung istri dan anak korban. Keduanya tampak belum dapat menerima pembunuhan tragis yang merenggut nyawa sang tulang punggung keluarga. Hal itu terlihat dari sikap istri korban yang terus memarahi tersangka, selama tersangka memperagakan setiap adegan pembunuhan yang dilakukannya.

Polisi melakukan rekonstruksi pembunuhan Darma Saweduling, Jumat (7/02) 2020. (Foto: Istimewa)

(Rey Atapunang)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.