Orang Hilang di Talaud Belum Ditemukan, Minimnya Moda Transportasi dan Ombak Tinggi Sulitkan Tim

  • Whatsapp

Personil Koramil 1312-06/Nanusa dan Polsek Nanusa mencari warga Desa Karatung Tengah, Mortolius Apitalau yang hilang diduga terjatuh dari pamboat, Minggu (9/2) 2020. (foto:Istimewa)

TELEGRAFNEWS – Pencarian Martolius Apitalau (53) warga Desa Karatung Tengah, Kecamatan Nanusa, Talaud, Sulawesi Utara yang hilang dalam perjalanan dari pelabuhan tradisional Desa Taturan, Kecamatan Gemeh menuju Desa Karatung Tengah belum membuahkan hasil. Ombak tinggi dan kurangnya moda transportasi laut cukup menyulitkan tim.

Tim gabungan Polsek Nanusa, Koramil 1312-06/Nanusa, pemerintah desa dan warga mulai melakukan pencarian sejak Minggu (9/2) 2010 pukul 06.00 Wita. Tim pencari terbagi menjadi tim darat dan tim laut.

Pencarian di darat, dilakukan dengan menyisir garis pantai sepanjang Pulau Karatung. Sementara pencarian di laut diawali dari daerah pelabuhan tradisional Desa Karatung Tengah lalu menyusuri route yang mengarah ke Pulau Karakelang ke arah selatan dimana arah arus hingga ke pelabuhan Desa Taturan, tempat korban mengawali perjalanannya pada akhir pekan lalu. Kemudian tim berbalik arah kembali ke Desa Karatung Tengah.

Namun dalam pencarian yang dilakukan hingga sekira pukul 18.20 Wita tersebut korban belum ditemukan.

“Telah dilaksanakan pencarian korban baik oleh pemerintah, warga masyarakat Desa Karatung dan aparat di darat juga di laut, tetapi belum berhasil ditemukan,” kata Danramil Nanusa Lettu Inf. Alvian Taengetan, kepada Telegrafnews.

Dalam pencarian ini, tim laut yang beranggotakan Danramil Nanusa Lettu Inf. Alvian Taengetan, para Babinsa di Kecamatan Nanusa dan personil Polsek Nanusa hanya menggunakan satu buah pamboat; milik Alex Samura yang ditumpangi korban pada Sabtu naas lalu.

“Dan cuaca di laut sampai saat ini kurang bersahabat; gelombang laut 2-3 Meter disertai arus kencang,” tambah Alvian.

Selain itu, pencarian juga dilakukan oleh pemerintah dan warga Desa Taturan. Pencarian di laut dari Desa Taturan dilakukan oleh 15 orang warga dengan menggunakan 1 unit pajeko dan 1 unit pamboat.

Pencarian tersebut berlangsung sejak pukul 06.30 Wita hingga malam hari. Mereka menyisir laut di sekitar Desa Taturan hingga perairan di wilayah Kecamatan Nanusa.

Tak hanya itu, warga Desa Bambung dan Desa Mamahan juga turut melakukan pencarian. Mereka menyisir daratan dan laut di pantai timur Pulau Karakelang.

Namun hingga berita ini diturunkan pencarian hari pertama tersebut belum membuahkan hasil.

(Rey Atapunang)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.