Lima Hari Menghilang, Warga Karatung Talaud Ditemukan Tak Bernyawa

  • Whatsapp

Polisi melakukan olah TKP disaksikan warga sekitar tempat penemuan mayat, Kamis (13/2) 2020. (foto:Istimewa)

TELEGRAFNEWS – Warga Desa Karatung Tengah, Kecamatan Nanusa, Talaud, Sulawesi Utara, Martolius Apitalau (53) yang hilang sejak, Sabtu (8/2) 2020 malam akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa. Jenasah korban kini telah dimakamkan di Pemakaman Umum Melonguane oleh pihak keluarga.

Kapolsek Melonguane Kapolsek Melonguane Ipda Dedy Matahari mengatakan, Martolius Apitalau (53) ditemukan pertama kali oleh seorang warga Desa Bowombaru Utara, Kecamatan Melonguane Timur, Veky Diawang (35), Kamis (13/2) 2020 sekira pukul 11.00 Wita di wilayah pantai Desa Bowombaru Utara.

Saat ditemukan, Riu, begitu ia biasa disapa, sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan beberapa bagian tubuh yang sudah hancur. Diduga karena gesekan dan benturan batu karang dan di makan hewan laut.

“Setelah mendapat informasi dari warga kita langsung melakukan olah TKP dan berhasil melakukan identivikasi mayat tersebut atas nama Martorius Apitalau warga desa karatung yang dilaporkan hilang pada akhir pekan lalu. Selanjutnya membawah korban ke rumah sakit mala untuk dilakukan Ver,” kata Matahari.

Lanjut Kapolsek, keluarga juga telah mengenali dan memastikan bahwa mayat yang ditemukan tersebut adalah korban hilang atas nama Marturius Apitalau.

“Bahwa kakak korban atas nama Pransius Apitalau mengenali mayat tersebut sebagai adiknya sesuai dengan ciri-ciri dahi mayat menonjol dan berjenggot,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (8/2) 2020, akhir pekan lalu, sekira pukul 17.00 Wita, korban bersama rekan sedesanya Alex Samura berlayar dari pelabuhan tradisional Desa Taturan menuju Desa Karatung Tengah menggunakan pamboat milik Alex Samura.

Sekira pukul 22.00 Wita, pamboat mereka memasuki pelabuhan tradisional Desa Karatung Tengah. Alex Samura, yang saat itu mengemudi pamboat, memanggil korban dengan maksud menyuruhnya membuang jangkar. Namun sudah beberapa kali dipanggil tidak ada sahutan dari korban. Kemudian Alex pun meninggalkan ruang kemudi menuju tempat dimana korban duduk dan ia hanya menemukan baju kaos milik korban dan sebuah kepala resleting. Alex lalu melaporkan dugaan menghilangnya korban kepada Polsek setempat.

Tim gabungan dari Polisi dan TNI serta warga dan BPBD sudah melakukan pencarian sejak Minggu (9/2) 2020 pagi. Menggunakan sedikitnya tiga pamboat milik warga ditambah satu buah speedboat milik BPBD yang baru diturunkan Senin (10/2) 2020, tim menyisir wilayah perairan antara Kecamatan Gemeh dan Kecamatan Nanusa hingga ke Pulau Karakelang, Salibabu dan Kabaruan. Namun pencarian nihil karena laut yang luas disertai arus dan gelombang tinggi.

Kini mayat korban telah diserahkan ke pihak keluarga dan telah dimakamkan di pekuburan umum Melonguane.

(Rey Atapunang)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.