Lagi, Polres Talaud Sita Ratusan Liter Captikus Illegal di KM. Barcelona II

  • Whatsapp

Tim gabungan Satnarkoba dan Polairud Polres Kepulauan Talaud menemukan dan menyita cap tikus ilegal, disimpan di toilet dek satu KM. Barcelona II, Kamis (13/2) 2020.

TELEGRAFNEWS – Penangkapan dan penyitaan minuman keras ilegal jenis cap tikus yang kerap dilakukan Polres Kepulauan Talaud tidak membuat jerah para pebisnis cap tikus ilegal di wilayah Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Terbukti, Kamis (13/2) 2020, kemarin, sekira pukul 15.00 Wita, tim gabungan Satuan Narkoba dan Polairud Polres Kepulauan Talaud, dipimpin Kasat Polairud IPDA Alrits V.Gagola dan Kasatresnarkoba IPTU Muhammad Rosid
kembali menangkap dan menyita sedikitnya 200 liter cap tikus ilegal.

Cap tikus yang diisi di dalam 8 gelon plastik dan dibungkus karung tersebut ditemukan di ruang toilet dek satu KM. Barcelona II.

Penyerahan barang bukti sitaan berupa 8 gelon cap tikus ilegal di depan SPKT Polres Kepulaian Talaud, Kamis (14/2) 2020 sekira pukul 19.30 Wita, diawasi langsung oleh Kapolres dan disaksikan  Kasi Propam Aiptu E.V. Gagola.

“Barang bukti sudah diserahkan ke Polres Talaud dan diamankan dalam gudang babuk  Satnarkoba,” ujar Kapolres AKBP Alam Kusuma S. Irawan, di Mako Polres Talaud, Jumat (14/2) 2020.

Siapa oknum pemilik cap tikus ilegal ini belum ditemukan. Polisi mengatakan masih dalam proses penyelidikan.

“Perlu dijelaskan bahwa pemilik cap tikus tersebut sampai sekarang belum diketahui pemiliknya. Kepolisian masih melakukan penyelidikan siapa pemilik ratusan liter miras ini,” ungkap Kapolres.

Diketahui, seperti diberitakan sebelumnya, pada Kamis (6/02) 2020, pekan lalu, Polres Kepulauan Talaud juga telah menyita cap tikus ilegal sebanyak 553,8 liter yang diisi didalm 888 botol aqua, juga dimuat KM. Barcelona II. Namun siapa pemilik cap tikus tersebut juga belum diketahui.

(Rey Atapunang)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.