Kue Tamo Jatuh, Makasangkil: Ada yang Melanggar Adat!

  • Whatsapp
Kue Tamo yang jatuh pada Pesta Adat Tulude Pemkab Sangihe, Sabtu (01/02) 2020 lalu.

TELEGRAFNEWS – Insiden jatuhnya potongan puncak (Tetamolong) kue adat Tamo di pesta adat Tulude yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sitaro, Sabtu (01/02) 2020 lalu, disesalkan sejumlah pihak.

Salah satu Dewan Adat Sitaro Jupiter Makasangkil pun turut angkat bicara. Menurutnya, jatuhnya kue tamo menandakan adanya hal yang melanggar adat.

“Kejadian ini menandakan adanya hal yang melanggar adat, entah ketika pembuatan kue tamo atau sebab lainnya. Sebagai salah seorang penasehat Badan Adat Sitaro, saya sangat kecewa dengan jatuhnya tetamolong. Mari kita renungkan, jangan kita bicara adat kalau tidak tahu seluk beluk adat kita,” ujarnya.

Hal ini berbanding terbalik dengan tanggapan ET selaku salah satu anggota panitia pegelaran pesta adat Tulude Sitaro .

Menurut ET, jatuhnya Tetamolong merupakan hal biasa karena sejatinya potongan Tetamolong harus jatuh selesai dipotong kerena sesuai dengan lantunan ucapan Kapita wisara (Pemotong tamo) sebelum dipotong.

“Memang harus jatuh karena sudah sesuai dengan perkataan sang pemotong sebelum memotong kue adat tersebut,” jelas ET saat dikonfirmasi Senin (03/02) 2020.

(I-Gel)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.