Gelombang Tinggi dan Abrasi Rusak Belasan Rumah Warga Rusoh Talaud

  • Whatsapp

PARAH. Sejumlah rumah warga yang rusak diterjang gelombang tinggi disertai abrasi di Desa Rusoh, Selasa (11/2) 2020, malam.

TELEGRAFNEWS – Belasan rumah warga di Desa Desa Rusoh, Kecamatan Melonguane, Talaud, Sulawesi Utara rusak diterjang gelombang tinggi disertai abrasi, Selasa (11/2) 2020, malam.

Selain merusak rumah warga, gelombang tinggi juga merusak sebuah gedung pastori.

Gelombang tinggi yang terjadi juga menggerus pinggir pantai dan menyebabkan abrasi di pantai tersebut bertambah parah.

Kepada wartawan, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Talaud Bonifasius Wangkanusa mengatakan, musibah yang terjadi sekira pukul 20.00 Wita tersebut sudah dilaporkan oleh pemerintah desa setempat dan telah mendapatkan penanganan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“BPBD telah mengambil langkah awal dengan membantu mengurangi risiko bencana dengan memberikan bantuan 500 lembar Karung dan 10 Lembar Terpal dengan ukuran 4 x 6 meter untuk dibuat penahan air laut sementara atau darurat,” ujar Boni, di Kantor BPBD, Rabu (12/2) 2020.

Boni menuturkan, sedikitnya sebelas rumah warga yang rusak akibat terjangan gelombang tinggi disertai abrasi yang terjadi di Desa Rusoh pada Selasa (11/2), malam itu. Rumah-rumah tersebut diketahui milik Keluarga Taluay Pande, Keluarga Nabi Amiman, Keluarga Suuda Maga dan Keluarga Timbangunusa Sasumbala.

Kemudian rumah milik Keluarga Pande Buka, rumah Keluarga Maga Kobitang, rumah Ibu Norsi Kobitang, rumah Keluarga Awalo Lapari, rumah Keluarga Bawele Sasumbala dan rumah Keluarga Siging Nabi serta gedung Pastori GPDI Rusoh .

SIGAP. BPBD Talaud meninjau lokasi bencana akibat gelombang tinggi dan abrasi di Desa Rusoh, Rabu (12/2) 2020.

Boni mengingatkan, warga yang tinggal di wilayah pesisir pantai untuk tetap siaga terhadap gelombang tinggi dan abrasi.

“BMKG telah mengeluarkan peringatan dini waspada potensi gelombang tinggi mencapai 4, 0 meter di perairan kepulauan Talaud,” ujarnya.

Karenanya, ia juga mengimbau kepada para nelayan untuk sementara tidak turun melaut atau setidaknya berhati-hati saat melaut.

Para penyedia jasa transportasi laut juga diminta selalu mengutamakan keselamatan. Alat bantu (life vest) untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan harus selalu dibawah saat berlayar.

“Mohon dapat melaporkan kepada aparat setempat jika terjadi bencana atau musibah dan  kepada masyarakat yang tinggal di pinggiran pantai untuk siaga mengantisipasi ancaman gelombang tinggi,” katanya.

Dia menambahakan, untuk memantau keadaan wilayah Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud saat ini terus melaksanakan kegiatan pemantauan melalui perangkat radio komunikasi, SMS dan WA Group SIPK (Sistem Informasi Dan penanggulangan Bencana Kab. Talaud). Selain itu Personil BPBD stanb by dan akan terus berkoordinasi dengan pihak TNI/POLRI maupun pihak yg terkait.

“Kepada Petugas TRC, Operator Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud juga selalu diminta agar terus memantau daerah yang berpotensi térjadi bencana dan melaporkan kondisi dilapangan,” tutup Boni.

(Rey Atapunang)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.