BLK YPK GMIST diresmikan, sudah dilengkapi peralatan pelatihan.

  • Whatsapp


TELEGRAFNEWS-Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) GMIST yang dibangun dengan anggaran sekira Rp. 500 Juta melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Direktorat Jendral Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Ditjen Binalattas) Kementrian Ketenagakerjaan RI Tahun 2018, akhirnya diresmikan pada hari ini,Kamis(06/03/2020).


Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Doktarius Pangandaheng mengatakan, selain bangunan/fisik BLK juga dilengkapi dengan peralatan latihan.


“Gedung Workshop juga sudah dilengkapi dengan peralatan bordir, mesin jahit, bahkan alat lain yang menunjang kebutuhan latihan, sekaligus nantinya mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkap Pangandaheng.


Terkait dana operasional, Pangandaheng menjelaskan jika untuk dua tahun kedepan, operasional BLK akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Sangihe, melalui APBD.


“Biaya operasional BLK seperti honorarium pengelolaan, serta biaya listrik dan lainnya sudah dianggarkan dalam APBD Sangihe selama dua tahun,” ungkapnya.


Sementara, Pdt. Patras Madonsa selaku Ketua Sinode GMIST ketika ditemui menuturkan, harapannya melalui berbagai pelatihan dari BLK dapat membangun sumber daya manusia (SDM).


“Kami berharap dengan adanya fasilitas yang telah ada ini, ada usaha yang bisa dikembangkan masyarakat GMIST melalui keterampilan kerja yang mumpuni.

Nantinya akan kami sosialisasikan ke Gereja-gereja,sehingga warga gereja bisa tau keberadaan BLK ini. Namun, memang tidak menutup kemungkinan, jika saudara-saudara muslim ingin ikut. Pelatihan kerja ini, tidak kami batasi berdasarkan agama,” ungkap Madonsa.


Berada di kompleks Kantor Sinode GMIST, infrastruktur BLK yang baru diresmikan ini, mampu menampung sekitar 12 orang dengan peralatan pelatihan yang cukup memadai.(Ddy)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.