Bisnis Illegal Ayam Sabung Menggiurkan, Polres Sangihe Diduga Terlibat

  • Whatsapp
SELUNDUPAN: Ayam-ayam ilegal asal Filipina (dalam dos) yang diduga dikawal oknum polisi. (foto:Deni/TelegrafNews

TELEGAFNEWS – Bisnis illegal, di perbatasan bagian utara Indonesia-Filipina, terutama wilayah Kabupaten Sangihe, cukup menggiurkan, sampai-sampai aparat penegak hukum diduga terlibat sebagai ‘pemain’ dalam menjalankannya.

Read More

Teranyar, oknum aparat kepolisian yang ditenggarai dari markas besar (Mabes) Polri, turut ambil andil dalam mengawal khusus bisnis penyelundupan Ayam Sabung. Terpantau pada Selasa (4/02) 2020, di pelabuhan Tahuna, oknum-oknum aparat bersenjata lengkap, ikut mengawal dalam dugaan penyelundupan 59 ekor ayam sabung asal Negara Filipina.

Bahkan dari pantuan wartawan, ayam sabung tiba sekitar 4 hari lalu dari Negara Filipina dan berada di Kampung Tinakareng, Kecamatan Nusa Tabukan. Dai situ, ayam-ayam sabung itu dijemput dan dikawal oleh dua oknum polisi yang mengaku berasal dari Mabes POLRI, mereka menggunakan senjata api (Senpi) laras panjang jenis SS1.

Ayam-ayam itu, kemudian diangkut menggunakan mobil pick up Plat Merah DL 8016 A dan sempat singgal di Polres Sangihe, kemudian dibawah ke Pelabuhan Tahuna, selanjutnya dinaikan ke KM Metro Teratai menuju Manado. Uniknya, saat dimintai tanggapan, kedua oknum polisi yang disinyalir berasal dari Mabes Polri terkesan menghindar.

Kapolres Sangihe AKBP Sudung F Napitu SIK, ketika dikonfirmasi sejumlah awak media tidak berada di tempat. Bahkan konfirmasi pesan Whast App melalui group bersama Polres Sangihe dengan Forum Wartawan Sangihe (Forwas) tidak menanggapi. (Dendi Abram)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.