Uang Perjalanan Dinas Wabup Morowali Utara Diduga “Disunat”

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – Anggota DPRD Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, Andri Sondeng mempertanyakan SPM-GU biaya perjalanan dinas Wakil Bupati Morowali Utara (Morut) Mohammad Ashar Abdul Samad dalam APBD-P tahun 2019 yang telah diajukan kebagian umum Sekretariat Kepala Daerah per-Oktober-November-Desember, yang tidak dibayarkan oleh bendahara keuangan.

Padahal menurut politisi PBB itu, dalam anggaran perubahan 2019 jatah Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah telah ditambahkan sebesar 2 milyar rupiah.

Read More

Lanjut unsur Pimpinan Komisi Satu ini, oleh karena itu dalam sidang kedua Periode 2019-2020 dia akan mengingatkan Kepala Daerah KabupatenMorut yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Morut untuk menyelesaikan masalah tidak terbayarkan uang perjalanan dinas Wakil Bupati (Wabup) Morut.

“Hingga memasuki tahun anggaran 2020, uang perjalanan dinas Wakil Bupati diduga kuat belum terealisasi, “jelas Andri via Whatsapp, Rabu (15/1) 2020.

Andri menganggap Bagian Umum Sekretariat Kantor Bupati Morowaali Utara tidak mampu berbuat dan melayani dengan adil untuk mengakomodir jatah keuangan Bupati dan Wakil Bupati, yang seharusnya dilaksanakan dengan presentase 60 banding 40 persen.

“Namun faktanya, jatah Wakil Bupati Morowali Utara ditenggerai disunat oleh Sekretariat tanpa alasan yang kongkrit dan hal ini, menjadi preseden buruk bagi pemerintah,”tegas Andri Politisi yang dikenal vokal itu. (John)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.