Proyek Pengadaan Mesin Ketinting di Dinas Perikanan Morowali Utara Dinilai Mangkrak

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – Perbuatan oknum PPTK di Dinas Perikanan kabupaten Morowali Utara, provinsi Sulawesi Tengah yang membayar lunas 25 unit mesin ketinting senilai 194 juta rupiah dinilai “Konyol”.

Pasalnya, dana yang bersumber dari APBD kabupaten Morowali Utara tahun 2019 itu dinilai merugikan keuangan daerah, karena hingga hari ini 17 unit mesin ketinting belum terealisasi.

Read More

“Dari 25 unit mesin yang sudah dibayar lunas kepihak kontrakan oleh PPTK, baru 8 unit yang diterima oleh kelompok nelayan,” kata Yusril dari LSM LP Tipikor, Kamis (23/1)2020.

Menurut Yusril, informasi yang diterima pihaknya, keterlambatan pengadaan Ketinting ini disebabkan pihak Kontraktor kehabisan dana untuk membeli sisanya.

“Disinilah pokok permasalahannya. Prilaku oknum PPTK yang menabrak aturan itu dengan nekat membayar lunas atas pencairannya sebesar 100 persen biaya pengadaan mesin Ketinting tanpa konfirmasi barangnya ada apa tidak,” lanjut Yusril.

Padahal kata Yusril lagi, proyek pengadaan barang tidak membutuhkan uang muka.

“Apa lagi yang namanya proyek pengadaan tidak ada uang muka proyek yang diberikan kepada pihak kontraktor, ” katanya.

Lanjut dia, aturan mestinya sebelum membayar, PPTK selaku penanggung jawab tehnis dan keuangan harus periksa dulu barangnya ada atau tidak.

” Jika semua persyaratan sudah lengkap dan dibuatkan Berita Acara Penyerahan Barang,” pungksnya.

Akibat dari perbuatan menabrak aturan ini, sehingga proyek pengadaan mesin ketinting ini mangkrak hingga kini sejumlah kelompok nelayan penerima di desa Tompira, kecamatan Lembo belum bisa menikmati bantuan proyek tersebut.

Pihak PPTK saat coba dikonfirmasi melalui sambungan whatsapp belum merespon. (John)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.