Media Online dan Wartawan Tanpa Berita

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – Survei Nielsen Consumer & Media View. Media Online kini berada di posisi kedua sebagai sumber bacaan dan mencari informasi masyarakat Indonesia setelah Media Televisi.

Ini artinya apa ?, kita yang berikrar menjadi bagian dari era digitalisasi media harusnya tertantang dengan hasil survei ini, kerja keras wartawan seperti saya dan kalian selama ini berhasil. Menyajikan berita yang aktual menjadi kunci media online mendapat tempat dihati masyarakat pembaca di era industri dimana semua orang menginginkan informasi kejadian detik ini bisa dibaca detik ini pula. Namun, mengedepankan fakta dalam sebuah pemberitaan adalah kewajiban untuk menjaga marwah serta kepercayaan pembaca.

Read More

Lalu bagaimana dengan mereka yang mengaku sebagai wartawan dan menenteng kartu pers kesana kemari namun tidak pernah menyajikan informasi dalam sebuah pemberitaan media online dimana kartu pers yang ditentengnya berasal. Tentu ini sebuah anomali. Dimana saat bersamaan media online mendapat pengakuan pembaca disisi lain ada yang mengaku diri mereka wartawan tapi tak pernah ada peristiwa yang terjadi ditulisnya menjadi sebuah berita dan disajikan kepada masyarakat pembaca.

Menjadi wartawan di media online yang butuh kecepatan dalam menyajikan informasi dalam sebuah berita tidak lah sulit. Tapi tidak juga segampang memposting status di dinding facebook atau twitter apalagi instagram. Kita hanya perlu menulis suatu fakta yang terjadi dimana seluruh unsur sebuah berita terpenuhi dan sesuai dengan kode etik jurnalis. Semua wartawan harusnya sudah paham apa itu 5W1H.

Lalu ada yang bertanya apa hubungan posisi kedua media online sebagai refrensi bacaan masyarakat Indonesia dengan eksistensi seorang wartawan menulis berita. Tentu sangat berkorelasi langsung, tanpa berita yang cepat media online tidak akan ada diposisi itu dan tanpa berita kita bukanlah seorang wartawan. Kita bisa disebut wartawan karena kita menulis sebuah informasi yang digali berdasarkan fakta yang terjadi menjadi sebuah berita.

Mencari, mengumpulkan, mengolah dan menyajikannya dalam sebuah berita adalah kerja wartawan. Jika kemudian ada oknum yang mengaku dirinya seorang wartawan yang bekerja di sebuah media online tanpa pernah menyajikan berita secara update, maka tak ada kata layak mereka disebut wartawan media online itu sendiri. Jika hanya mampu menulis dan menyajikan 1 atau 2 berita setiap hari, lebih pantas berada di sebuah perusahaan media cetak. Apalagi yang hanya bisa menulis satu atau dua berita sepekan, dia pantas berada di tabloid mingguan. Karena media online butuh seorang wartawan yang menulis semua kejadian atau peristiwa menjadi sebuah berita secara cepat, akurat dan faktual.

Ingat, media online hadir untuk mengikuti era dimana semua orang butuh informasi secepat mereka mengedipkan mata.

Penulis : Arham Licin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.