Gluba Gebze Tabuh Genderang ‘Perang’ Lawan Bupati Merauke

  • Whatsapp
Johanes Glube Gebze, Tokoh Papua Selatan (foto: Telegraf)

TELEGRAFNEWS – Tokoh besar Papua Selatan Johanes Gluba Gebze bertempat di taman rekreasi Patung Kristus Raja ketika di temui awak media mengatakan memberikan dukungan penuh kepada anak anak muda Marind yang akan maju dalam kompetisi calon Bupati Merauke tahun 2020. Hal ini menunjukkan bahwa secara kemampuan dan SDM anak anak Marind ini sudah mampu, sehingga ini harus di berikan dukungan penuh, terkait adanya anak asli Papua yang akan maju sebagai calon bupati dan tiba tiba di non jobkan, secara keras dan tegas Johanes Gluba Gebze, mengatakan ini merupakan kesalahan besar dan tidak ada dalam aturan dan ini fatal dan bupati bisa di PTUN kan ini kesalahan bupati dengan salah seorang anteknya yang ada di BKD untuk itu dirinya memberikan peringatan keras dan bagi adat Marind ketika ada yang sudah pecahkan kapur sama dengan dirinya sudah menabuh kandara perang dan dirinya akan berdiri untuk berperang melawan petahana.

” tidak ada dalam aturan di Republik Indonesia ini ketika ada staf yang mau jadi bakal calon tiba tiba di non jobkan dan terlebih mereka ini anak asli Marind, ini sangat fatal sekali yang di lakukan bupati, dulu ketika saya menjadi bupati dan Romanus mau maju sebagai bupati saya tidak menonjobkan beliau justru saya mengangkatnya menjadi kepala Dispenda, jadi saya rasa bupati saat ini sudah menamatkan dirinya dengan dia sudah menonjobkan anak anak asli sini dan dia juga akan kami nonjobkan saya tokoh dan saya akan berdiri di garda terdepan untuk itu,” ungkap Gebze, Jumat (17/1)2020.

Jadi menurutnya, ini merupakan kesalahan bupati dan anteknya yang ada di BKD.

“Dia itu orang tidak jelas dia itu pegawai Timika kenapa bisa datang mengatur atur formasi disini dengan seenaknya, wartawan coba tanyakan itu masa orang yang bukan pegawai disini bisa dengan enaknya mengatur formasi di sini sekalipun dia anak Marind tapi dia bukan pegawai disini dan berkali kali membuat kebijakan yang salah karena dia ahli membuat salah seperti dulu yang pernah terjadi melantik pegawai lewat RRI dan diberhentikan lewat RRI itu salah besar, saya ini seorang pamong yang sekolah pamong pertama dari tanah ini jadi buat saya bupati sudah menunjukkan sikap tidak bijaksana, dulu juga sebelum jadi bupati saya juga yang berjuang sehingga dia bisa menjadi bupati seandainya kalau saat ini saya tidak mendukung mungkin saat ini dia tidak akan jadi bupati tapi begitulah orang yang tak pernah berterima kasih,” kata Gluba Gebze.

Menurut adat istiadat orang Marind ketika dia ( bupati) sudah pecahkan kapur maka itu sama dengan dia telah menabuh genderang perang dan anak anak Marind juga akan menabuh genderang perang dalam arti perebutan kursi bupati Merauke.

“Bupati sudah menabuh genderang perangnya nanti juga akan tiba waktunya kami menabuh genderang perang kami dan saya pastikan akan berdiri di tengah tengah anak anak Marind untuk pastikan petahana tumbang, ini janji saya selaku tokoh besar Papua Selatan jadi saya tidak main main, kalau dulu saya yang menghantarkan dirinya bupati Merauke saat ini ke kursi bupati maka saya juga akan pastikan tahun ini akan menjadi tahun terakhir dia sebagai bupati, dia sudah memulai dengan menonjobkan anak anak Marind ini di tengah teriakan tentang SDM anak asli Marind jadi ini merupakan prestasi luar biasa bupati dipenghujung masa jabatannya prestasi yang fatal, jadi jargon kami kalau dulu tahun baru bupati baru kini menjadi tahun baru pesta baru,” pungkasnya. (Gilang Harry)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.