Diduga Puskesmas Sagerat Salah Diagnosa, Pasien Meninggal Dunia

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – Jemmy Tulumang (45) warga Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, suami dari almarhuma Yentri Israel merupakan pasien yang divonis mengidap gagal ginjal stadium lima mengeluhkan kinerja petugas di Puskesmas Sagerat, kecamatan Matuari, kota Bitung.

Dari informasi Jemmy dua kali membawa sang istri ke Puskesmas Sagerat untuk meminta rujukan. Namun, pihak Puskemas enggan memberikannya dan memilih untuk memeriksa pasien tersebut. Dari hasil pemeriksaan itu kata dia, dokter mengatakan hanya penyakit maag.

Read More

“Pada tanggal 6 Januari 2020 saya datang bersama istri saya untuk meminta rujukan. Namun saat itu istri saya diperiksa. Setelah mereka periksa katanya hanya maag. Jadi mereka tidak memberikan surat rujukan. Karena kata dokter yang memeriksa istri saya bisa diatasi. Dan diberilah obat maag. Namun anehnya, sesampainya di rumah. Sakit yang dirasakan istri saya kambuh lagi. Saya pun langsung menelpon pihak UGD. 15 menit kemudian mobil rumah sakit datang. Dan istri saya dibawa ke RSUD Bitung,” kata Jemmy, Senin (20/1)2020.

Lanjutnya, setelah kurang lebih empat jam mendapatkan penanganan dari pihak RSUD Manembo-nembo. Kemudian kata dia, istrinya harus dirujuk lagi ke RSUP Kandow Manado.

“Karena pihak RSUD Bitung menjelaskan bahwa pasien fungsi ginjalnya sudah rusak. Jadi harus cuci darah. Akhirnya dirujuk lagi ke RSUP Kandow Manado. Ternyata istri saya telah diivonis gagal ginjal dari pihak RS Kandow Manado,” jelasnya.

Menurutnya, setalah divonis mengidap penyakit gagal ginjal stadium lima. Istrinya masih mendapatkan perawatan selama kurang lebih 13 hari di RSUP Kandow Manado.

“13 hari mendapatkan perawatan. Namun pada Minggu (19/1)2020 sekitar pukul 5.30 pagi istri saya meninggal dunia. Saya hanya berharap pelayanan kesehatan di Kota Bitung kedepan semakin baik. Agar tidak ada korban lagi,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung dr Jeanet Watuna saat dikonfirmasi masalah tersebut mengatakan pihaknya sementara berkoordinasi dengan Puskemas Sagerat terkait kronologi kasus tersebut.

“Terkait pasien BPJS tidak bisa langsung rujuk. Dan bidang Yankes Dinkes sementara koordinasi dengan Puskesmas bagaimana kronologisnya,” kata Watuna saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Watuna juga tidak menampik terkait pemeriksaan yang dilakukan pihak Puskemas kepada pasien. Dimana kata dia, info dari Puskesmas bahwa November 2019 pasien datang dengan darah tinggi.

“Info dari puskesmas November 2019 datang dengan darah tinggi. Terus nanti Januari tanggal 6 datang degan keluhan sakit maag. Nanti sudah anfal (kambuh, red) baru telpon PSC,” jelas Watuna.

“Kalau dilihat dari riwayat berobat memang sudah sesuai prosedur. Cuma waķtu kontrol yang ada putus. Dan memang gagal ginjal tanpa cuci darah prognosanya jelek,” tambah Watuna menutup perbincangan. (Ical)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.