Akhirnya, DPRD Morowali Utara Miliki Ketua Definitif

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS -setelah sekian lama tertunda, akhirnya kader Partai Golkar Megawati Ambo Assa ditetapkan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Morowali Utara (Morut), Provinsi Sulawesi Tengah.

Berdasarkan penetapan yang dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Morut yang dipimpin wakil Ketua Idham Ibrahim bertempat di Gedung Rakyat Kuda Laut, Kolonodale, Senin (13/1)2020.

Read More

Rapat Parpurna penetapan Ketua DPRD ini dihadiri 15 dari 25 Anggota DPRD Morut.

Bupati Morut Aptripel Tumimomor yang selama ini disinyalir menolak menyetujui Megawati menjadi Ketua DPRD Morut tidak menghadiri acara tersebut namun mengutus Sekretaris Daerah (Sekda) Musda Guntur untuk mewakilinya. Beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga tampak hadir.

Sidang tersebut diawali pembacaan surat keputusan penetapan Megawati sebagai Ketua DPRD Morut Periode 2019-2024 yang dibacakan Sekretaris DPRD Morut Mislihaty Poea.

“Dengan ditetapkan Megawati sebagai Ketua DPRD yang definitif, maka berakhir sudah kemelut politik yang cukup tajam di internal Partai berlambang Pohon Beringin ini, mengenai siapa yang akan mewakili Partai Golkar untuk melanjutkan tongkat estafet Ketua DPRD Morowali Utara,” kata salah satu kader beringin.

Kendati kemelut sudah meminta “korban” dengan dicopotnya Aptripel Tumimomor, dari kursi Ketua DPD Golkar Morowali Utara, karena dinilai membangkang dan tidak loyal terhadap keputusan pimpinan Partai.

Sesuai ketentuan kursi DPRD Morut 2019-2024 merupakan jatah Partai Golkar selaku pemenang Pemilu 2019 di Morut.

Untuk itu,Ketua DPD Partai Golkar Morut saat itu Aptripel Tumimomor yang juga Bupati Morut, bersikeras menetapkan Warda Dg. Mamala, sehingga Megawati Ambo Assa yang direkomendasikan DPP Golkar tidak bisa dilantik karena tidak dikehendaki Aptripel Tumimomor.

Padahal, nama Megawati sendiri terpilih oleh DPP partai Golkar dari empat nama yang diusulkan pengurus DPD II Golkar Morut yang diketahui Aptripel Tumimomor. Keempat nama yang diusulkan Aptripel itu adalah Abudin Halilu, Megawati Ambo Assa, Warda Dg Mamala dan Yaristan Palesa.

Ternyata hingga waktu pelantikan pimpinan DPRD Morut tanggal 7 Oktober 2019, rekomendasi dari DPP Golkar tersebut tidak di proses karena diduga tidak “direstui” Aptripel.

Akibatnya pelantikan dan pengukuhan pimpinan DPRD Morut saat itu, hanya melantik dua wakil definitif yakni Idham Ibrahim (Nasdem) dan H. Safri (PKB). sedangkan kursi Ketua definitif sampai Senin, 13 Januari 2020 tetap kosong.

Akibat pembangkangan tersebut, pimpinan Golkar Provinsi Sulawesi Tengah, akhirnya mencopot Aptripel Tumimomor dari kursi Ketua DPD Partai Golkar dan menunjuk H.Zainudin Ishak selaku Pelaksana tugas Ketua dan Waris Kandori sebagai Sekretaris serta Megawati sebagai Bendahara, hingga terpilih pengurus definitif hasil Musda.

Walaupun sudah di copot sebagai Ketua Partai Golkar Morowali Utara, dalam menghadapi Pilkada Morut 2020 yang sedang berproses, Aptripel Tumimomor dengan percaya diri akan tetap maju sebagai calon petahana ikut mendaftarkan menjadi bakal calon bupati di Partai Golkar Morowali Utara. (Jhon)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.