HUT Ke-59, Mau Dibawa Kemana Kabupaten Tolitoli ?

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – Kabupaten Tolitoli hari ini genap berusia 59 Tahun sejak didefinitifkan menjadi daerah tingkat II pada tahun 1960 silam. Kala itu, masih bernama kabupaten Buol Tolitoli sebelum Buol mekar menjadi daerah otonomi dan berdiri sendiri pada tahun 2000 silam.

H Rajawali Muhammad Pusadan adalah bupati pertama yang ditunjuk menjadi nahkoda daerah yang dikenal punya banyak destinasi wisata cantik namun belum dikelolah dengan profesional ini.

Read More

Nama Tolitoli terdengar sangat menarik dan Khas dengan masyarakat yang familiar dan satu satunya kabupaten teraman di Sulawesi Tengah untuk saat ini.

Mengenai asal-usul nama Tolitoli, menurut legenda, berasal dari kata Totolu yang artinya tiga. Maksudnya, suku bangsa Tolitoli berasal dari 3 manusia kayangan yang menjelma ke bumi ini masing-masing melalui: olisan Bulan (bambu Emas), Bumbung Lanjat (puncak pohon Langsat), dan Ue saka (sejenis Rotan) yang menjelma. Olisan Bulan di Kenal sebagai Tau Dei Baolan atau Tamadika Baolan yang menjelma melalui Ue Saka dikenal sebagai Tau Dei Galang atau Tamadika Dei Galang. Sedangkan putri yang menjelma melalui Bumbung Lanjat dikenal sebagai Tau Dei Bumbung Lanjat atau Boki Bulan.

Luas wilayah 4.079.6 KM miliki 10 kecamatan dua diantaranya adalah kecamatan ung berada di pedalaman sehingga 2/3 wilayah Kabupaten ini adalah Bahari. Karena itu Ketua DPRD Tolitoli Randi Saputra pernah memberi saran kepada Pemerintah Daerah untuk bersama sama melirik semua sumber daya yang ada khususnya sektor kelautan termasuk wisata Bahari agar kabupaten Tolitoli menjadi pusat destinasi wisata kedepan.

“Secara geografis daerah kita sangat memungkinkan untuk itu,kita berhadapan dengan Malaysia pintu masuk Nunukan tarakan dan fasilitas pelabuhan udara dan laut akan terus kita benahi,” kata Randi tepat di HUT kabupaten Tolitoli, Rabu (11/12)2019.

Usia yang makin matang, menurut Randi pemerintah dan masyarakat Tolitoli juga harus berpikir lebih dewasa bagaimana Tolitoli kedepan.

“Di usia 59 tahun daerah ini tidak cuma matang tetapi harus lebih dewasa, karenanya cara berfikir harus lebih matang,dan terarah, akan kita bawa kemana daerah ini diera digital seperti saat ini,” katanya.

Ketua DPRD termuda di Indonesia ini juga mengajak seluruh elemen didaerah tersebut berkolaborasi membawa kabupaten Tolitoli menjadi daerah yang bisa lebih maju di Sulawesi Tengah.

“Saya ajak semua komponen mari kita bangun daerah ini,karena ini tanggung jawab kita semua,bukan hanya tanggung jawab Anggota DPRD atau pun pemerintah saja. Tapi kita harus bahu membahu,” Tutup Randi Saputra.

(Armen djaru)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.