by

Takut Gempa Susulan, Warga Pilih Bertahan di Tenda Pengungsian

-Minut-142 views

TELEGRAFNEWS – Gempa tektonik dengan magnitudo 7,1 yang menggoncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Jumat 15 November 2019, sekitar pukul 00.15 Wita dini hari, masih terjadi hingga saat ini.

Menghindari hal yang tidak diinginkan, sejumlah warga di Desa Kema III Kecamatan Kema, Minahasa Utara (Minut) memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dikarenakan khawatir adanya gempa susulan yang berpotensi tsunami.

“Bukan hanya Kema III saja, tapi hampir sebagian warga Kema memilih untuk mengungsi, terlebih saat ada peringatan tsunami,” tutur Rahmi salah satu warga yang mengaku mengungsi sejak subuh.

Sementara itu, Camat Kema Filma Antony saat dikonfirmasi mengatakan warga masih bertahan di tenda pengungsian.

“Saya masih di lapangan dengan Kepala BPBD sekaligus memberikan arahan kepada para pengungsi,” singkat Antony.

Lanjut Antony, ada berapa titik yang menjadi lokasi mengungsi warga, masing-masing Gunung Kayu Putih, Lansot, Tontalete, Kauditan, Minawerot, dan Perum Lumoring.

Terpisah, Kepala BPBD Minut, Joefita Supit telah menyalurkan bantuan makanan siap saji serta air mineral kepada pengungsi sambil menenangkan warga.

“Kebutuhan pokok sudah kami salurkan. Jika ada warga masih enggan pulang karena masih ada gempa susulan, ya tentu tetap difasilitasi bantuan,” tutur Supit usai melakukan koordinasi dengan BMKG dan Tim SAR Sulut.

Diketahui gempa tektonik berskala rendah masih terjadi hingga pukul 17.48 Wita dengan magnitudo 5,9 pusat gempa Maluku Utara.

Ricky Aror, Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Maritim Bitung menjelaskan, ada 122 kali gempa susulan yang terjadi hingga malam ini.

“Ini pertanda baik. Karena biasanya, gempa-gempa susulan pasca gempa bermagnitudo besar akan mengurai energi dari pusat gempa, sehingga potensi terjadinya tsunami akan nihil,” jelas Aror.

BMKG menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik saat gempa susulan terjadi.

“Masyarakat jangan termakan hoax. Ada situs resmi BMKG yang bisa diakses untuk mendapat informasi terkait kegempaan,” pungkas Aror.
(Ompy)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed