Sejarah dan Tradisi WALIMA

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – Pelaksanaan Festival Walima yang kembali akan digelar KKIG kota Bitung bekerjasama dengan Pemerintah kota Bitung pada Senin dan Selasa 18-19 November 2019. Pelaksanaan Festival Walima yang kini masuk dalam Calender of Ivent Pariwisata kota Bitung tahun ini akan digelar secara spektakuler. Segala persiapan sudah dilakukan oleh panitia pelaksana sejak lebih dari sebulan lalu.

Banyak kemudian yang ingin tahu, apa itu Walima dan kapan mulai ada ditengah etnis Gorontalo.

Read More

Walima merupakan salah satu tradisi tua pada masa kerajaan-kerajaan Islam ada di Indonesia, yang telah dilaksanakan turun-temurun antar generasi.

Tradisi Walima ini diperkirakan mulai ada sejak Gorontalo mengenal Islam, yaitu pada abad ke-17. Biasanya dua atau satu hari bahkan di hari-H acara yaitu tepat tanggal 12 Rabiul Awal tahun hijriyah, masjid-masjid yang ada di Gorontalo tanpa adanya perintah segera melaksanakan tradisi ini.

Tradisi walima diawali dengan dikili, yaitu melantunkan zikir sepanjang malam hingga pagi hari di setiap masjid yang biasanya disertai dengan kisah Nabi Muhammad yang diceritakan dalam bahasa Gorontalo

Masyarakat tiap wilayah di Gorontalo menyiapkan kue-kue tradisional seperti kolombengi, curuti, buludeli, wapili, dan pisangi.

Jadi diperkirakan sejak tahun 1673, saat kerajaan Gorontalo menetapkan semboyan “adat bersendikan syara’ dan syara’ bersendikan kitabullah”, sejak itu tradisi Walima mulai ramai dilaksanakan oleh masyarakat. Hingga saat ini, tradisi yang sudah lama ini masih terpelihara dengan baik bahkan oleh warga etnis Gorontalo yang ada diperantauan. Seperti di kota Bitung, Sulawesi Utara.

(Arham Licin/wikipedia)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.