Sampah Menggunung di Desa Naha Induk

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – Tumpukan sampah yang berada dibantaran sungai dibawah jembatan Laine Desa Naha Induk Kecamatan Tabukan Utara (Tabut) tepatnya di Lindongan V, sudah mulai menggunung dan merusak pemandangan orang – orang yang melintas serta menyita perhatian masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Bahkan hal ini sempat menjadi bahan perdebatan dikalangan warga Tabukan Utara khususnya warga Naha, ketika seorang warga mengunggah foto kondisi sampah yang sudah menggunung dibawah jembatan tersebut disalah satu media sosial.

Read More

Warga yang tinggal disekitar jembatan pun merasa geram dan marah terhadap oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab yang tega mengotori sungai dengan membuang sampah di pinggir sungai. Salah seorang warga yang bernama Isen Bawotong ketika ditemui untuk dimintai keterangan beberapa waktu yang lalu, mengungkapan bahwa tumpukan sampah tersebut bukanlah sampah buangan dari masyarakat yang tinggal disekitar sungai atau jembatan Laine.

“Jadi ada orang – orang luar yang memang sengaja membuang sampah di bawah jembatan, sampai di pinggir sungai hingga sekarang ini tumpukan sampahnya sudah terendam ke dalam aliran sungai. Modusnya adalah mereka menaruh sampah kedalam karung – karung plastik, kemudian dimuat kedalam mobil pick up atau mobil bak terbuka, lalu mereka pura – berhenti di jembatan Laine setelah itu apabila tidak ada orang atau kendaraan yang lewat, tumpukan sampah dalam karung langsung dilempar dibawah jembatan,” ungkapnya.

Kepala Desa Naha Induk, Siti. I. Makatindu ketika ditemui beberapa awak media pada Selasa, (19/11)2019 dikantornya, mengaku sudah mengetahui hal tersebut dan sangat menyayangkan ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang sudah mencemari sungai dan lingkungan makanya langkah awal yang diambil Pemerintah Desa Naha Induk adalah menyiagakan perangkat desa dalam hal ini Kepala Lindongan (Kaling) V, untuk menghimbau masyarakat dan orang – orang disekitar jembatan Laine untuk tidak membuang sampah di bantaran sungai. Kemudian dalam waktu dekat ini Pemdes Naha Induk akan mengajak warga untuk bersama-sama bekerja bakti membersihkan tumpukan sampah tersebut.

“Di penghujung tahun 2019 ini, Pemdes Naha Induk akan mengajak warga masyarakat untuk secara bersama – sama bekerja bakti membersihkan sampah di bawah jembatan Laine dan bantaran sungainya. Setelah itu jembatan dan sungai akan dipasangi tanda peringatan larangan buang sampah,” ujar Makatindu.

Lanjut Makatindu, sekarang ini Pemdes Naha Induk juga sedang berupaya mencari lokasi untuk membangun Tempat Penampungan Sampah (TPS) sementara.

“Kami selaku Pemerintah Desa Naha Induk, saat ini sedang mencari lokasi yang pas untuk membangun tempat penampungan sampah sementara, bersama – sama dengan perangkat desa kami sudah berkoordinasi dengan warga desa untuk mencari lokasi yang pas untuk pembangunan TPS sementara. Bahkan rencana ini sudah dituangkan dalam anggaran dana desa tahun 2020 mendatang dan sudah dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Sangihe mengenai tindak lanjut pengangkutan sampah apabila nanti TPS sementara sudah digunakan,” tutup Makatindu.

(Den)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.