by

Ketua IPM Sulut Mengutuk Keras Sejumlah Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur di Kota Bitung

TELEGRAFNEWS – Bitung sebagai kota layak anak terus mendapat tamparan keras. Beberapa pekan ini saja, sejumlah kasus pelecehan seksual dan kekerasan yang objek maupun subjeknya adalah mereka yang masih masuk kategori anak dibawah umur.

Masyarakat maupun pemerhati sosial pun silih berganti bersuara lantang dan mempertanyakan status kota layak anak yang disandang kota Bitung. Salah satunya Muzakkir “Polo” Boven.

” Kondisi ini memang miris, satu sisi Bitung mendapat penghargaan kota layak anak tetapi banyak anak yang tak terlindungi, kejahatan terhadap anak semakin bertambah. Sistem perlindungan anak yang modulnya harus jelas programnya juga harus lebih pas sesuai dengan kondisi kota Bitung. Mungkin kita hanya beronani dengan penghargaannya tetapi sosialisasi dan tindak konkrit dari pemerintah dan masyarakat terabaikan?.ini perlu jawaban, ternyata bentuk konkrit pencegahan itu juga perlu. Selain tindakan hukum, peran orang tua juga lebih di prioritaskan,” jelas Polo sapaan akrabnya.

Ditempat terpisah, Syaiful Alulu Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sulawesi Utara tegas mengutuk rentetan kasi pencabulan dan kekerasan yang terjadi di kota Bitung.

“Sebagai pelajar Muhammadiyah, sangat menyayangkan dengan kejadian pencabulan yang terjadi di Bitung, apalagi Bitung sebagai kota layak anak. Ini sangat berbanding terbalik dengan yang kita harapkan. Pelajar sebagai Generasi awal untuk menjadi harapan dikota Bitung justru terus jadi korban perlakuan bejad orang tua yang seharusnya jadi pelindung mereka,” kata Syaiful yang juga adalah putra asal Kota Bitung.

(Ical)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed