by

Bitung “Pintu Gerbang” Narkoba di Sulawesi Utara

TELEGRAFNEWS – Letak geografis kota Bitung yang begitu strategis berada di bibir Pasific membuat Pelabuhan Bitung menjadi titik simpul perdagangan antara wilayah Barat dan Timur Indonesia. Tentunya ini menjadi sebuah keuntungan bagi kemajuan kota yang kini dipimpin oleh Walikota Bitung Max J Lomban dan Wakil Walikota Maurits Mantiri.

Akan tetapi, letak yang sangat strategis ini menjadikan pelabuhan Bitung sebagai pintu masuk banyak barang ilegal. Termasuk narkoba.

Sebutan sebagai “Pintu Gerbang Narkoba” pun tak bisa dihindari. Menurut Kasat Reserse Narkoba Polres Bitung, AKP Frelly Sumampouw, Pelabuhan Bitung menjadi daerah transit peredaran narkoba dari arah barat, khususnya Kota Palu Sulawesi Tengah menuju ke timur di Ternate Maluku Utara dan Sorong Papua Barat.

“Sebagai salah satu pelabuhan besar di Indonesia dan posisinya yang strategis, pelabuhan Bitung menjadi daerah persinggahan narkoba sebelum dipasarkan ke Ternate dan Sorong. Oleh karena itu, operasi yang sering kita lakukan target transaksi bandar dan kurir biasanya terjadi di daerah dekat pelabuhan Samudera,” kata Frelly saat berbincang dengan media ini, Rabu (23/10)2019.

Namun, sejak memimpin Satuan Reserse Narkoba Polres Bitung, perwira polisi asli Bitung ini sukses menggagalkan dan meringkus sejumlah transaksi narkoba yang memang menjadi target.

“tahun 2018 kami sukses melampaui target awal, sepanjang 2018 dari 25 target, kami berhasil menuntaskan 32 kasus,” kata Frelly.

(Ical)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed