by

Tolitoli Rawan Peredaran Senjata Api Ilegal

TELEGRAFNEWS – Peredaran gelap senjata api ilegal serta ijin kepemilikan yang sudah kadaluarsa perlu perpanjangan agar bisa dideteksi keberadaannya.

Informasi yang berhasil dirangkum awak media ini, Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Tolitoli belum pernah melakukan sosialisasi terkait bagaimana penggunaan senjata api (Senpi) dan syarat menjadi Perbakin.

“Saya tahu ada kontraktor dan politisi miliki senjat Air Soft Gun di Tolitoli apakah miliki ijin atau tidak dengan alasan anggota Perbakin saya kira penting untuk urus ijin,” kata seorang pengurus Perbakin yang tidak mau namanya dipublis, Minggu (8/8)2019.

Sebagai daerah transit, Tolitoli menjadi sangat rawan peredaran senjata api ilegal. Dimana kapal masuk dari wilayah Tarakan di Kalimantan Utara yang merupakan salah satu pintu masuk berbagai barang ilegal dari negeri jiran Malaysia.

” Sebagai daerah transit kapal Pelni dari Tarakan di Kalimantan Utara, Tolitoli menjadi salah satu pintu masuk berbagai barang ilegal seperti narkoba dan senpi. Selain itu, institusi yang menangani persoalan izin senjata api harus segera mengambil langkah antisipatif. Jangan sampai nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan baru semua ribut berkomentar,” kata Ryan salah satu pengamat senjata api yang berbincang dengan awak media ini.

Lanjutnya, murahnya harga senjata api jenis Air Soft Gun, membuat semua kalangan bisa memilikinya.

“Jadi lebih baik cepat ditertibkan semua izin senpi yang sudah kadaluarsa. Sekarang senpi sangat murah dengan uang 3 jutaan saja sudah bisa dapat senpi,” katanya.

Ditempat terpisah, Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko,SIK menjelaskan bahwa, senjata api jenis Air Soft Gun hanya diperkenankan dipakai untuk olahraga.

“Senjata air soft gun hanya diperbolehkan untuk olahraga sehingga bila disalahgunakan akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku, termasuk menggunakan UU Darurat tentang Senjata Api,” kata perwira dua melati dan dikenal dekat dengan awak media ini.

Ditambahkan Hendro, berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian RI Nomor 8 Tahun 2012, kepemilikan Air Soft Gun bahkan senjata angin harus mendapatkan izin dari Kepolisian.

” Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya penyimpangan dan penyalagunaan senjata tersebut,” pungkasnya.

(Armen djaru)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed