by

Sipir Lapas Tolitoli Buron, 571 Gram Narkoba Jenis Sabu Diamankan Polisi

-Berita Utama-2,380 views

TELEGRAFNEWS – Untuk pertama kalinya sejarah mencatat. Kepolisian Resor Tolitoli dibawah komando Kapolres AKBP Hendro Purwoko berhasil mengungkap peredaran narkoba yang melibatkan petugas Lapas.

Tidak tanggung tanggung, lebih dari 1/2 kilogram narkoba jenis sabu sabu digagalkan oleh Satuan Narkoba Polres Tolitoli, Kamis (19/9)2019 di perumahan BTN Vila Mas Blok B No 31 Dapalak, kelurahan Nopi, kecamatan Baolan, kabupaten Tolitoli.

Narkoba tersebut ditemukan didalam 4 buah bungkusan besar dan 1 sachet kecil dengan berat total 571 gram. Dalam penggerebekan ini, IR alias Irsad diketahui adalah seorang petugas Lapas Tambun Tolitoli melarikan diri.

Selain Irsad, polisi juga menggeledah tempat tinggal NS alias Mukti di Jalan Sona kelurahan Nalu dan berhasil menemukan narkoba jenis sabu sabu seberat 1,40 gram. Dari hasil tes urine, Mukti dinyatakan positif dan digelandang menuju Mako Polres Tolitoli.

Dari informasi, NS atau Mukti merupakan kurir dari seorang Napi Lapas Tolitoli yang di ketahui berinsial HT dari hasil pemeriksaan Mukti jika Rumah BTN Vila Mas Blok B tempat ditemukan barang bukti Sabu sabu adalah milik HT.

” Jadi HT memberi upah 2 juta rupiah untuk antar bungkusan yang berisi Sabu dengan 600 gram dan di rumah itu ada Irsad petugas Lapas yang menunggu dan kegiatan di rumah milik HT ini sudah 4 hari dipantau menunggu waktu tepat karena dirumah itu ada kamera CCTV yang dipasang pada dua sisi di atap dan didepan arah kebun cengkeh,televisi dan CCTV sudah disita,” kata Kasat Narkoba Polres Tolitoli Iptu Kinsaleh.

Sedangkan Irsad saat ini terus diburu dan seluruh pintu keluar dari kabupaten Tolitoli juga sudah ditutup.

Melalui sambungan telepon Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko yang saat ini berada di Palu mengatakan bahwa secara nasional 80-90 persen peredaran Narkoba itu di kendalikan dari dalam Lapas.

” dan Tolitoli adalah daerah transit Narkoba dengan lalulintas laut jika kita tidak berantas maka tidak menutup kemungkinan Toli Toli menjadi Entry Narkoba,jadi butuh dukungan dari semua elemen masyarakat untuk bersama sama membantu polisi agar kita bisa selamatkan generasi di daerah ini,”Kata Hendro, Jumat (20/9)2019.

Sejak januari 2019 ada 30 Kasus penangkapan Narkoba di Polres Tolitoli dan kurang lebih 700 Gram diungkap.

” itu sama dengan mencegah uang masyarakat Tolitoli agar tidak tersedot keluar daerah 1 milyar seratus juta dengan harga 1,5 juta setiap gramnya dari sisi ekonomi,” jelasnya.

Hendro juga meminta kerjasama dan komitmen semua pihak.

“Mari bekerjasama dan komitmen bersama untuk menutup semua ruang gerak peredaran barang haram ini, dukungan warga serta komitmen dari semua instansi pemerintah di daerah ini sangat berarti guna keselamatan generasi kita. Jangan setelah ada anggota keluarga ketergantungan narkoba baru minta bantuan polisi untuk lakukan penangkapan karena tugas kami adalah proses hukum bukan rehabilitasi “Tutup Hendro.

(Armen djaru)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed